
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Sala |
Resmikan Pasar, Gubernur Naik KeretaWONOGIRI- Peresmian pasar baru Wonogiri, Selasa (14/10), berlangsung dalam adat Jawa. Gubernur Jateng HM Mardiyanto datang ke pasar menunggang kereta kencana Kanjeng Kiai Setyo Nagoro. Dia didampingi Bupati KPT H Begug Poernomosidi Candra Kusuma Kusumaningrat Ki Ageng Andana Warih SH, yang mengenakan pakaian pangeran Jawa versi Kasunanan lengkap berkeris warangka ladrang. Kereta kencana yang dinaiki Gubernur ditarik sepasang kuda. Itu kereta kencana kuno peninggalan Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB V), yang telah direnovasi dan ditambah aneka ukiran dan aksesori. Kereta bercat hijau yang dikombinasikan dengan gurat-gurat kuning prada emas itu dikusiri Demang Sugito, dibantu asisten kusir Demang Sugiarto. Di belakang kereta kencana ada empat kereta kencana lain yang dinaiki Ketua DPRD KRT Heru Sakirno, Wakil Bupati dr Y Sumarmo, dan Sekda Drs KRHT H Triwibowo MM -- semua berpakaian adat Jawa lengkap -- bersama Muspida. Konvoi kereta kencana dengan sesekali ditingkahi suara ringkik kuda itu membentuk formasi kirab. ''Ini menjadi event istimewa, bukan sekadar upacara peresmian pasar. Acara ini memiliki muatan seni budaya Jawa yang adiluhung,'' kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Drs KRT Bambang Eko Sarwono Hadiningrat MM. Jawa Lengkap Nuansa Jawa betul-betul mewarnai upacara peresmian pasar tradisional termegah di Jateng itu. Sebab, semua pejabat pemerintah dan dinas serta intansi terkait, termasuk para pengurus Forum Komunikasi Pedagang Pasar Wonogiri bersama sejumlah bakul, mengenakan pakaian Jawa lengkap. Puncak acara peresmian ditandai pembukaan selubung papan nama dan penandatangan prasasti oleh Gubernur. Acara diteruskan dengan peninjauan keliling ke kios dan los bakul di lantai I sampai lantai III serta studio Radio Komunitas Pasar (RKP) yang dikelola Ir Danang dari Danang Joyo Elektornik. Di ruang penyiar RKP, Gubernur menyampaikan pesan lewat mikrofon penyiar. ''Keberadaan pasar baru ini memberikan makna ekonomi kerakyatan. Karena itu kebersihan, ketertiban, keindahan, dan keamanan fasilitas niaga ini hendaknya dijaga agar lestari memberikan berkah nafkah bagi para bakul beserta keluarganya,'' pesan Gubernur, yang memancar ke semua sudut pasar baru dari lantai I ke lantai III. Bupati menyatakan pasar baru ini dibangun setelah pasar lama ludes terbakar. Pembangunannya dipercayakan ke PT Eraguna Bumi Nusa. Dana pembangunan Rp 19, 987 miliar. Itu termasuk Rp 2 miliar bantuan Gubernur. ''Mengingat kebakaran yang meludeskan semua dagangan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berinisiatif memberikan subsidi jepemilikan kios dan los 60%,'' kata dia, disambut tepuk riuh para bakul.(P27-14g) |