
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Sala |
Hanya gara-gara Namanya Mirip
Ketua PAN Boyolali Dikira DitahanBOYOLALI - Hanya lantaran namanya mirip dengan Wakil Ketua Komisi DPRD Klaten, Ketua DPD PAN Boyolali Drs Thontowi Jauhari SH menjadi sasaran ''tembak'' dari rekan, famili, dan fungsionaris partai. Sejak 10 Oktober HP-nya berdering tiada henti, menanyakan penahanan dirinya dan juga diminta sabar. ''Saya sampai kewalahan. Maka, terpaksa HP saya mematikan,'' katanya, kemarin. Celakanya, setelah HP dimatikan, banyak koleganya beranggapan telepon selulernya sengaja diblokir petugas. Ini dapat dilihat dari SMS yang diterima. Begitu HP diaktifkan, SMS yang masuk rata-rata bertanya, apakah selama ditahan Anda tidak boleh memanfaatkan fasilitas HP. Thontowi mengatakan, para penelpon itu salah jika mengira dirinya benar-benar ditahan. Mereka mengetahui nama Tantowi dari pemberitaan di surat kabar dan salah satu media elektronik. Hal tersebut bisa dimaklumi, karena namanya mirip. ''Padahal saya berdomisili di Boyolali dan tidak tahu menahu soal Tantowi yang di Klaten,'' katanya. Sebagaimana diketahui, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Klaten Tantowi Jauhari SH pada 9 Oktober ditahan Kejaksaan Negeri Klaten, berkait dengan kasus dugaan korupsi pelepasan tanah Desa Gatak, Delanggu dan gedung eks Pembantu Bupati (Tabup) Wilayah Delanggu. Dia ditahan dengan Ketua Komisi A Suwanto SH (SM,10/10). Menurut dia, jika dicermati sebenarnya ada perbedaan nama. Wakil Ketua Komisi A DPRD Klaten namanya diawali dengan tulisan Tantowi. Adapun dia Thontowi. Sebelum reformasi mereka sama-sama dalam satu partai, yakni PPP. Kemudian dia menjadi Ketua DPD PAN Boyolali, sedangkan Tantowi Ketua DPC PPP. ''Tapi kami sama-sama orang Muhamadiyah,'' ujarnya.(shj-17s) |