
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Olahraga |
Putaran Final di KaranganyarSEMARANG - Putaran final kejuaraan Djarum Super Road Race Championship 2003 Piala Kapolda Jateng siap digelar di Sirkit Alun-Alun Kota Karanganyar, Sabtu dan Minggu (18 & 19 Oktober 2003). Ketua Umum Panitia dr Sendi Agung Purnomo dalam keterangannya kepada wartawan di Semarang Senin mengatakan, kejuaraan road race di Karanganyar merupakan seri kedelapan, yang merupakan babak final. Karena itu, semua peserta wajib mengikutinya. Seri sebelumnya digelar di Jepara (Maret), Kebumen, Kajen Pekalongan, Slawi Tegal, Purwokerto, Purwodadi Grobogan, dan Wonosari Yogyakarta. " Selain Piala Kapolda, disediakan hadiah total Rp 26 juta (setiap putaran) dan tiga sepeda motor," tambah Sendi yang didampingi Ketua I Budi Naon dan Ketua II Anang Riswanto. Kejuaraan mempertandingkan delapan kelas antara lain kelas 110 cc 2 tak standar pemula, kelas 110 cc tune up pemula, kelas 110 cc 2 tak tune up, kelas 110 cc 4 tak tune up, kelas 125 cc, kelas sport 150 cc, dan kelas lokal eks Karesidenan Surakarta. Dia optimistis final kejuaraan itu akan berlangsung dengan ketat dan seru, karena selain diikuti pembalap-pembalap nasional juga pembalap Pelatda Jateng. "Pembalap yang sudah memiliki nama dan sering terjun ke road race nasional akan bersaing dengan pembalap pelatda," tambahnya. Di antara ratusan pembalap yang akan mengikuti final itu terdapat pembalap papan atas antara lain Hendriansyah (Tim Suzuki DIY), dan pembalap cilik yang dikenal sebagai "Bocah Ajaib" Doni Tata (Yamaha DIY). Sedangkan pembalap inti pelatda antara lain Hokky Kristianto (Tim Yamaha Caltex), Bima Oktavianus dan Agus Bledug, keduanya dari tim Suzuki, dan Deni Aditya (Suzuki Jateng). Wajib Ikut Karena di Karanganyar ini merupakan babak final, maka setiap peserta khususnya yang berpeluang juara harus ikut. ''Jika tidak ikut, akan terkena diskualifikasi dan semua poin yang telah dikumpulkannya dari seri-seri sebelumnya hangus,'' kata Sendi. Dicontohkannya, untuk kelas bebek 110cc 2 tak standar dan 4 tak tune up pemula, Zulkifli dari tim KT-HMTC Hendriansyah Yogyakarta sudah bisa dipastikan menjadi juara. Nilai yang diperolehnya saat ini 224, sedangkan saingan terdekatnya Aditya Nugraha (GRM Amulet Yogyakarta) baru 148. Jika Aditya juara, dengan tambahan 25 poin, maka maksimal yang diperoleh 173. ''Untuk bisa mendapatkan haknya, yakni nilainya tidak hangus, Zulkifli tetap harus ikut start. Selepas start, dia kembali ke paddock, itu bukan masalah,'' tandasnya. Ditegaskannya, untuk kewajiban start tidak ada toleransi sama sekali. Jika seorang pembalap dalam kondisi sakit sehingga terpaksa absen, tetap saja kena diskualifikasi. (A4-57t) |