logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Sumaryoto Jalan Terus

JAKARTA- Salah satu bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2003-2007, Sumaryoto, menegaskan akan tetap mengikuti kongres ke-33 PSSI tanggal 19-21 Oktober depan meskipun aturan 30 persen suara dilanggar.

Namun, dia mengharapkan PSSI memegang teguh peraturan yang sudah disepakati itu. "Saya tidak merasa mubazir (telah mencari dukungan) jika aturan 30 persen diubah. Hitung-hitung cari dukungan dan silutarahmi. Saya tetap maju walaupun ada calon yang tak memenuhi syarat bisa masuk kongres," kata Sumaryoto usai menyerahkan surat bukti dukungan pada panitia kongres di Kantor PSSI, Gelora Bung Karno, Selasa (14/10) kemarin.

Ketua Pengda PSSI Jawa Tengah itu telah meraih 108 dukungan dari total 359 suara, melebihi syarat minimal 30 persen yang telah ditetapkan Rapat Pengurus Paripurna (RPP). Sebelumnya, setiap calon ketua umum PSSI harus menyerahkan bukti dukungan dari klub-klub atau perserikatan sebanyak 30% suara jika ingin ikut mencalonkan diri. Namun, salah satu calon lain, EE Mangindaan ternyata tetap ''melamar'' jabatan itu, sembari menyerahkan dukungan suara yang cuma 33 biji, jauh di bawah syarat minimal yang 108 suara.

Langkah Mangindaan ini mengundang protes Menakertrans Jacob Nuwa Wea yang juga mencalonkan diri. Menurut Jacob, jika lamaran Mangindaan diterima, berarti PSSI tidak konsisten. Dia bahkan mengancam akan menggelar kongres tandingan jika PSSI tak memegang teguh aturan main.

Sumaryoto, yang telah menggalang dukungan ke Sumatra, Papua, Kalimantan dan Nusa Tenggara, mengatakan siap menggandeng EE Mangindaan jika nanti terpilih sebagai ketua umum. "Bukannya saya tidak pede (percaya diri), tapi saya butuh orang yang ahli untuk membentuk timnas yang solid," kata Sumaryoto.

Nurdin Halid

Sementara itu, Nurdin Halid yang juga mencalonkan diri mengatakan tak suka money politics. Ia menegaskan akan mundur dari pencalonan jika praktik politik uang terjadi di Kongres PSSI 19-21 Oktober mendatang.

"Saya akan mundur jika ada money politics dan (aksi) preman. Saya akan mundur jika ada bakal calon yang tak mengantongi syarat minimal 30 suara diikutkan dalam kongres. Seyogianya PSSI konsisten dengan ketetapan yang telah ditentukan," kata Nurdin di markas PSSI, Gelora Bung Karno, Selasa (14/10).

Nurdin menjadi orang kedua setelah Jacob Nuwa Wea yang mengancam mundur dari pencalonan jika syarat 30 persen tak dipenuhi. Menurut ketetapan Rapat Pengurus Paripurna (RPP), seorang bakal calon ketua umum setidaknya harus didukung oleh 30 persen suara untuk bisa masuk kongres.

Namun Ketua Panitia Pelaksana Kongres Tondo Widodo mengatakan jika saat kongres ada aspirasi yang menginginkan seorang bakal calon ikut dalam bursa, tanpa punya 30 persen suara, maka hal itu dimungkinkan.

"Kekuatan RPP masih di bawah kongres. Jadi jika ada calon yang dukungannya tak sampai 30 persen, tapi kongres menghendaki, tetap masih bisa masuk," kata Tondo, Senin (13/10) lalu. Hal ini disayangkan Nurdin. Ia meminta PSSI konsisten pada peraturan.

EE Mangindaan dan Habil Marati, keduanya sama- sama belum mendapat dukungan minimal seperti yang telah ditentukan panitia, yakni paling sedikit 108 suara. Namun EE Mangindaan mengatakan,'' Saya tetap akan maju meski hingga saat ini baru mengantongi 33 suara dukungan. Tunggu saja dua atau tiga hari lagi, sebab ada dukungan yang belum masuk ke saya, tapi masuk ke meja panitia kongres,'' katanya.

Berbeda dengan Habil Marati, Bendahara DPP PPP itu juga datang sendiri menyerahkan surat bukti dukungan. Meski baru mengantongi 43 suara, dia optimis hingga kongres PSSI nanti mampu memenuhi syarat. (wgm-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA