
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Tiap Bulan Terjual 600-800 Sepeda Motor
GROBOGAN - Setiap bulan warga Kabupaten Grobogan membeli motor baru antara 600-800 unit. Bahkan pada Agustus lalu pembelian motor dari berbagai merek itu mencapai 1.026 unit. Angka tersebut paling tinggi dibandingkan dengan Januari-Juli 2003. Padahal pada Agustus-September, daerah Grobogan tengah dilanda kekeringan. ''Angka pembelian sepeda motor itu cukup mengejutkan jajaran Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD). Sebab, setiap bulan pembeliannya mencapai angka cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Bahkan setiap tahun angka pembelian cenderung meningkat,'' kata Kepala UPPD Grobogan Indratno Wisnu Woro, kemarin. Ia mengatakan hal itu seusai menyerahkan bantuan sembako dan air bersih pada masyarakat yang membutuhkan di Purwodadi Grobogan dan sekitarnya. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka menyambut HUT XXXV Dipenda Provinsi Jateng. Dia menuturkan, ekonomi warga Grobogan di desa-desa diduga cukup bagus. Paling tidak berada di atas rata-rata garis kemiskinan. Terbukti saat kemarau panjang seperti itu, mereka masih mampu membeli sepeda motor baru yang harganya Rp 10 juta-Rp 14 juta/unit. Dari pembelian tersebut, kata Indra, panggilan akrab kepala UPPD itu, menyebabkan pajak daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor naik menjadi Rp 8,2 miliar. Sebelumnya angka pendapatan kurang dari itu. Bahkan pajak bea balik nama pun meningkat menjadi Rp 7,1 miliar. Ditanya mengenai target pendapatan asli daerah (PAD) secara keseluruhan yang dikelola UPPD itu, disebutkan bahwa target cukup besar yaitu Rp 22,2 miliar. PAD tersebut didapat antara lain dari sektor pajak daerah, retribusi daerah, pajak ABT, APT, bagi hasil pajak, dan lain-lain. Dia optimistis target itu tercapai. Sebab, sampai September lalu angka perolehannya mencapai Rp 18,7 miliar atau 89,04% dari target. Lebih-lebih tingkat kesadaran wajib pajak (WP) di Grobogan untuk membayar pajak kendaraan bermotor, pajak bea balik nama, dan lainnya cukup bagus. (A23-84s) |