logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Penanaman 1 Juta Pohon di Hutan Gundul

  • Habiskan Rp 33,8 Miliar

GROBOGAN - Dalam gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Grobogan direncanakan penanaman 1.048.850.000 pohon tanaman keras di hutan dan lahan gundul. Terutama, di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Serang, Lusi, Tuntang, Jragung, dan lain-lain.

Dengan harapan, sungai-sungai besar itu dan bendung-bendung penangkap banjir kiriman di sejumlah wilayah sungai tersebut tak mendangkal akibat sedimentasi. ''Sekarang ancaman sedimentasi di sungai dan bendung tinggi sekali. Sebab, hutan di wilayah sungai-sungai besar kini gundul,'' kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kehutanan dan Perkebunan Grobogan, Ir Edhie Sudaryanto, kemarin.

Ancaman sedimentasi hanya bisa ditangkal melalui program rehabilitasi pemerintah. Jika mengandalkan swasta atau kelompok petani hutan tidak jalan. Sebab, mereka belum terbiasa menangani program seperti itu. Apalagi mereka tak mempunyai dana cukup.

Rencananya gerakan itu juga diarahkan ke kawasan Waduk Kedungombo di Desa Rambat, Kecamatan Geyer. Sebab, tanaman di sabuk hijau di kawasan itu dinilai kurang oleh Departemen Kehutanan. Jadi perlu penghijauan lagi melalui gerakan tersebut.

Edhie menyatakan tanaman keras yang diprioritaskan antara lain jati, mangga, sukun, dan kemiri. Bila diizinkan akan diusulkan nangka dan durian. Sebab, pohon itu rindang, menghasilkan, dan cocok ditanam di DAS Grobogan.

Dia mengakui tanaman jati tidak awet. Sebab, ketika berumur 10 tahun tanaman itu dipastikan ditebang sehingga membuat sungai-sungai besar di Grobogan terancam sedimentasi lagi.

Dana yang tersedia, kata dia, dari Departemen Kehutanan Rp 33,8 miliar. Dari sejumlah itu yang sudah dipastikan cair sekitar Rp 12 miliar. Itu akan digunakan untuk merehabilitasi lahan DAS 1.907 ha. Adapun Rp 21,8 miliar masih dalam proses pencairan.

Menurut rencana anggaran Rp 21,8 miliar yang masih ditunggu pencairannya itu akan digunakan untuk merehabilitasi lahan hutan 8.942 ha. Dengan prioritas hutan-hutan gundul di dekat permukiman, sehingga pengawasan dan perawatan diharapkan lebih mudah.

Dia menyatakan pengadaan tanaman keras sepenuhnya ditangani pusat. Pemerintah Kabupaten dan tim teknis hanya mendapatkan barangnya. Namun persiapan pengolahan lahan, tanam, dan perawatan rencananya diserahkan ke tim teknis, yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kehutanan Perkebunan.

Berapa anggarannya belum diketahui pasti. Sebab, kemarin masih dibahas di Semarang. Namun rencananya sekitar Rp 6 miliar dari angaran Rp 12 miliar untuk rehabilitasi lahan DAS itu digunakan untuk pengolahan lahan, pemupukan, perawatan, dan lain-lain. (A23-83g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA