logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Renovasi Pasar Banjarsari

Tiga Organisasi Pedagang Mendukung

PEKALONGAN - Tiga organisasi pedagang Pasar Banjarsari Kota Pekalongan menyatakan mendukung renovasi Pasar Banjarsari dengan beberapa persyaratan. Dukungan itu diberikan dalam bentuk surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pimpinannya masing-masing.

Tiga organisasi pedagang itu adalah Ikatan Pedagang Pasar (IPP), Perhimpunan Pedagang Pasar Bajarsari (P3B), dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Banjarsari (P2K5PB).

Pernyataan tertulis itu dilakukan pedagang setelah dilakukan sosialisasi pembangunan Pasar Banjarsari oleh tim dengan Ketua Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Drs Abdul Kholiq At SH dan Sekretaris, Sumardi BA. Sosialisasi dilakukan selama tiga kali kepada tiap-tiap organisasi pedagang.

Pernyataan dari IPP, 5 Oktober 2004 yang ditandatangani Ketua H Pitoyo Nasir dan Sekretaris Much Tafsir, menyetujui pembangunan pasar itu. Namun IPP memberikan 14 catatan kepada Pemkot antara lain, dibuatkan pasar darurat di lapangan Sorogenen dengan fasilitas mushala, kantor pasar, tempat parkir, tempat bongkar muat, bak sampah, MCK, dan keamanan.

Selama proses pembangunan berlangsung, angkot harus dilewatkan Jl Manggis, Salak, Jl Bandung, dan Sorogenen (pasar darurat).

Kemudian IPP meminta Pemkot memberikan subsidi. Sebelum mengadakan sosialisasi dengan pedagang, harga kios harus jelas setiap paketnya dengan ketentuan, pedagang membayar uang muka 25% dan sisanya yang 75% diangsur sampai lunas selama 20 tahun.

Adapun P3B melalui Ketua Ach Noor Syarif dan Sekretaris Fuad Hatta merasa tidak keberatan Pasar Banjarsari dibangun, sepanjang tidak memberatkan pedagang. Karena itu, dia menyampaikan tujuh usulan yakni pedagang memeroleh tempat kembali sesuai dengan yang ditempati sekarang, kecuali tidak ada kemampuan untuk membayar.

Kemudian mengutamakan pedagang lama yang telah memiliki kartu izin pemakaian tempat (KIPT) dan harga terjangkau oleh pedagang menengah ke bawah dan tidak memberatkan. P3B juga usul kepada Pemkot tentang subsisi untuk pedagang.

Dipelajari

Kemudian P2K5PB dalam pernyataannya yang bertanggal 27 September yang ditandatangani Ketua Bambang Edy Yustrianto dan Sekretaris Usman Gumanti, mendukung 100% dibangunnya Pasar Banjarsari dengan pertimbangan, pedagang kaki lima (PKL) memeroleh fasilitas layak untuk berdagang. Namun, tempat jualan itu jangan terlalu mahal karena kemampuan anggotanya terbatas.

Kabag Humas Suharto BBA yang ditemui membenarkan adanya pernyataan dari tiga organisasi pedagang pasar itu. ''Itu artinya, semua pedagang mendukung pembangunan pasar. Beberapa persyaratan yang diajukan pedagang masih akan dipelajari dan dikaji lebih lanjut. Kita menampung dulu aspirasi pedagang,'' tegasnya.

Seperti pernah diberitakan, Pemkot merencanakan membangun Pasar Banjarsari karena bangunan itu sudah tidak layak, sudah tua. Selain itu, pasar tersebut sudah tak mampu menampung pedagang sehingga pedagang berjualan di trotoar, bahkan di bahu Jl Sultan Agung sehingga mengganggu lalu lintas di jalan tersebut. (A15-20n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA