
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Pembangunan Pasar Kajen Harus Libatkan PaguyubanKAJEN- Pembangunan Pasar Kajen sudah lama ditunggu para pedagang. Mereka pun berharap pembangunan pasar itu melibatkan paguyuban para bakul yang berjualan di pasar tersebut. Dengan tujuan, mereka bisa menyampaikan aspirasi ke investor, terutama mengenai kemampuan pedagang, dan terlibat penataan kios. ''Semua pedagang mendesak Pasar Kajen segera direnovasi,'' kata Noor Hamzah (71), Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kajen, kemarin. Pemerintah Kabupaten sudah lama berencana merenovasi pasar di ibu kota Kabupaten Pekalongan itu. Namun rencana itu kini belum jelas, meski pedagang sudah berkali-kali diajak berembuk. Dia berpendapat pasar yang kini sangat pengap itu harus dibongkar. Selain sudah tak dapat menampung pedagang yang terus bertambah, atap bangunan pasar juga terlalu rendah. Pedagang yang memiliki tempat berjualan hanya sekitar 1.000 orang. Banyak di antara mereka mengeluh karena bakul beceran yang memadati jalan di dalam pasar terus bertambah. ''Banyak pembeli enggan berbelanja ke dalam pasar karena jalan dipadati bakul,'' kata dia. Akibatnya, banyak orang berbelanja di luar pasar atau membeli ke pedagang beceran yang berjualan di kawasan koplak (terminal dokar) di utara pasar. Bila dibiarkan berlarut-larut, pedagang yang memiliki petak atau kios di dalam pasar pun tak kebagian pembeli. Padahal, mereka membayar retribusi, menyewa tempat, dan harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan pemerintah. Diperluas Dia menyatakan kemembeludakan bakul terjadi pagi hari setelah subuh. Mereka, terutama pedagang sayur, tempe, dan pedagang asongan, memadati areal parkir. Setelah pukul 08.00 mereka menutup dasaran dan areal itu dimanfaatkan untuk koplak. Untuk mengatasi masalah tersebut, juragan tempe itu berpendapat pasar baru kelak harus diperluas sampai ke areal parkir dokar. Jika perlu pasar dibangun dua lantai dan pedagang lama mendapat prioritas memperoleh kios atau petak. Koplak, kata dia, seyogianya dicarikan tempat lain yang lebih luas sehingga tidak mengganggu ketertiban lalu lintas seperti sekarang. Bangunan pasar yang lebih luas akan menampung pedagang lebih banyak. ''Yang penting semua pedagang masuk pasar. Tak ada yang menawarkan dagangan di luar atau di trotoar,'' tutur dia. Selama pembangunan pasar, kata dia, sebaiknya pedagang ditampung sementara di terminal baru. Tempat itu luas dan lokasinya memungkinkan. ''Terminal baru sudah lama tak difungsikan. Tidak ada salahnya dimanfaatkan,'' katanya. Ketentuan soal harga kios atau petak jualan, ujar dia, harus dirembuk oleh calon investor, pemerintah, dan paguyuban pedagang. "Insya Allah, bila dibahas bersama secara transparan, harga pasti terjangkau oleh pedagang. Tidak saling merugikan, justru saling menguntungkan," ucap dia. (Syam Dakrita-20g) |