logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 9 Oktober 2003 Sala & sekitarnya  
Line

Pembuang Bayi Dituntut 3 Tahun

BOYOLALI - Terdakwa pembuang bayi, Tuti Andayani (27), penduduk Ngancar, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh jaksa Teguh SH. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Boyolali, Selasa lalu.

Terdakwa, kata jaksa, melanggar Pasal 342 KUHP tentang pembunuhan bayi. Saat mendengar tuntutan itu, terdakwa tak bereaksi dan diam.

Dalam persidangan terdakwa didampingi penasihat hukum Alif Arifin SH dan B Zaman SH. Sidang dipimpin hakim Yunianto SH.

Dalam persidangan sebelumnya, saat pembacaan tuntutan, terungkap kronologi pembuangan bayi. Kamis (3/7) pukul 21.00 terdakwa melahirkan seorang bayi di pinggir parit, tidak jauh dari rumahnya. Bayi itu masih sempat menangis. Jadi bayi itu masih hidup saat dilahirkan.

Bingung

Terdakwa mengambil tas kresek hitam untuk membungkus anak kandungnya itu. Dia melatakkan bayi dalam tas itu di sekitar teras rumahnya. Karena bingung, terdakwa membuang bayi itu ke pinggiran jalan Dukuh Banteng, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono.

Terdakwa berharap anak kandungnya itu dirawat orang lain. Warga yang melintasi jalan itu melihat kresek hitam. Dia mendekati dan membuka tas itu. Ternyata tas berisi bayi yang sudah meninggal.

Berdasar pemeriksaan polisi, terungkap bayi laki-laki berbobot 3 kg dan tinggi tubuh 48 cm itu dibuang oleh sang ibu atau terdakwa. Terdakwa memang mengakui membuang anak kandungnya itu.

Berdasar pengembangan pemeriksaan, bayi itu diduga hasil hubungan gelap terdakwa dan adik kandungnya, Hr. (shj-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA