| Olahraga | Minggu, 28 September 2003 |
Bhinneka Kalah Telak
JAKARTA- Klub basket Bhinneka Sritex Solo dipaksa menyerah dari Aspac Texmaco, dalam final pertama Liga Basket Indonesia (A Mild IBL) di Gedung Basket Senayan Jakarta, Sabtu malam. I Made Sudiadnya (Lolik) dkk bahkan kalah telak 67-85 (24-26) dari tim yang bertabur pemain anggota Pelatnas SEA Games 2003 itu. Dengan kekalahan ini, peluang Bhinneka untuk menjadi juara menjadi menipis, mengingat babak final ini menggunakan sistem the best of three. Artinya, jika sampai kalah lagi, maka Aspac Texmaxco yang ditukangi Rommy Chandra bakal keluar sebagai juara kompetisi basket paling bergengsi di Tanah Air itu. Sebelumnya, Aspac sudah tiga kali juara, ketika kompetisi masih bernama Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). Disaksikan lebih dari 5000 penonton yang memadati stadion, Aspac dari awal selalu memimpin dan hanya sempat memberikan perlawanan pada kuarter pertama, ketika sempat memperkecil ketinggalan dengan selisih hanya dua angka. Rommy Chandra membuktikan tekadnya untuk menahan laju Lolik, sehingga pemain asal Bali itu tampil tak seproduktif sebelumnya, dan hanya menyumbang 18 angka dan delapan rebound. Namun demikian Lolik tetap menjadi penyumbang angka tertinggi untuk Bhinneka, disusul Sujudi yang mencetak 15 angka. Angka tertinggi untuk Aspac yang dilatih Geraldo Ramos itu diraih Denny Sumargo dengan 26 angka, 12 di antaranya melalui lemparan tiga angka. Denny memimpin tiga rekannya untuk mencetak angka di atas sepuluh, yaitu Antonius Joko (15), Rommy Chandra (14), dan Riko Hantono (10). Seusai pertandingan, Ramos yang juga pelatih tim SEA Games putra Indonesia itu menyatakan puas atas penampilan para pemainnya yang bermain enjoy, terutama pada kuarter terakhir. Pelatih Bhinneka, David Chang, tetap menyatakan puas dengan penampilan tim asuhannya, meski kemarin harus kalah dengan selisih skor cukup jauh. ''Mereka sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya. Selain itu, kami juga didera masalah cedera pemain, seperti Pek King Dhay dan Lolik. Saya pikir final kedua akan berjalan seru, karena kami akan memberikan perlawanan lebih baik," kata David. David menyatakan rasa kecewanya dengan kepemimpinan wasit yang sering menimbukan kerugian pada mereka. "Saya tidak habis pikir, kenapa wasit selalu bermasalah. Dan masalah itu justru terjadi ketika kami hampir mengejar ketinggalan. Ini jelas merugikan kami," katanya. (D3-48) |