| Olahraga | Minggu, 28 September 2003 |
Rivaldo yang Minta Kontraknya DiputusMILAN - Keputusan AC Milan melepaskan Rivaldo ternyata diambil berdasarkan kemauan pemain yang bersangkutan. Penyerang kidal asal Brasil itu mengaku tak sanggup jika tidak dimainkan sebagai pemain reguler. Jumat kemarin ia sempat merasa lega setelah berbicara empat mata dengan Pelatih Carlo Ancelotti. Ketika itu, meskipun tidak dijanjikan tempat inti, rasa penasarannya sedikit terobati karena Ancelotti mau menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Di dalam hatinya masih ada keinginan bertahan di San Siro. Tapi beberapa jam kemudian pikirannya berubah. Kali ini ia memutuskan meminta pengurus untuk memutuskan kontraknya. Permintaan itu akhirnya dikabulkan. Milan yang mendapatkan Rivaldo musim lalu dengan gratis, akhirnya juga melepaskannya dengan cuma-cuma. "Aku tak bisa tidak bermain sebagai pemain reguler lagi," tuturnya. "Di pekan pertama aku mengerti kenapa tidak diturunkan melawan Ancona. Tapi kupikir-pikir, kalau di partai seperti itu saja aku tidak dimainkan, apalagi di pertandingan yang lebih berat." "Ini adalah keputusan pribadi dan kurasa aku mengambil pilihan yang tepat. Aku juga tak mau menyalahkan orang lain," sambung pemain kidal berusia 31 tahun itu. Sebagai kalimat perpisahan Rivaldo meminta maaf kepada tifosi Milan karena ia merasa gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya seperti waktu masih berkarir di Spanyol. Ia juga merasa cukup senang karena bisa turut membantu Milan merebut juara Liga Champions musim lalu. Sementara itu Wakil Presiden Milan Adriano Galliani tak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali meluluskan permintaan Rivaldo. "Saya selalu sedih kalau ada bintang hebat berhenti dari Milan. Rivaldo termasuk pemain besar. Tapi Milan punya prinsip: kalau ada pemain yang merasa tidak bahagia dan minta dilepaskan, kami akan membiarkannya pergi. Tentu saja, karena pemain bintang takkan mau duduk di kursi cadangan," paparnya. Dengan demikian status Rivaldo kini adalah free transfer. Siapapun bisa menggaetnya tanpa perlu mengeluarkan uang transfer seperser pun. Tapi Pemain Terbaik Dunia 1999 itu telah menyatakan ketertarikannya bermain di Liga Inggris. Chivu ke Roma Christian Chivu akhirnya resmi menjadi pemain AS Roma. Pemain Rumnai yang transfernya ke Olimpico sempat mengalami masalah kini tak perlu lagi berpikir untuk kembali ke Ajax. Urusan kepindahannya telah dituntaskan dengan baik. Demikian keterangan pengurus Roma dalam situs resminya, Sabtu dinihari WIB. Ajax yang bulan lalu sempat dikecewakan klub Italia itu telah diberi jaminan akan mendapatkan uang transfer yang pernah mereka sepakati, yakni sekitar 12,5 juta euro. Seperti diketahui, pada pertengahan Juli lalu Roma dan Ajax sepakat berbisnis Chivu dengan harga di atas. Namun akhir bulan lalu Ajax membatalkan deal tersebut karena Roma tak mampu menyediakan garansi keuangan dari pihak bank-nya. Chivu pun dipanggil pulang ke Amsterdam. Karena terlanjur jatuh hati, bek berusia 23 tahun itu tetap dikejar. Ajax luluh lagi. Sementara menunggu kapan Roma bisa membelinya secara permanen, Chivu akhirnya dipinjamkan ke Olimpico sampai bulan Januari 2004. Setelah itu, jika Roma sudah punya uang, mereka diberi hak prioritas utama buat merekrut Chivu. Kabar terkini menyebutkan, Presiden Roma Franco Sensi sudah menyerahkan sisa uang transfer yang harus disetorkan pada Roma. Musim panas lalu mereka baru mengirim 2 juta euro. Dengan kesepakatan terbaru ini konon Roma mendapatkan diskon sebesar 2 juta euro. Chivu sendiri terlihat sudah enjoy berseragam Giallorossi. Kerja samanya dengan Walter Samuel di lini belakang mulai nyetel. Hebatnya, sudah dua gol ia cetak untuk tim barunya itu, yang semuanya lahir dari tendangan bebas. (dtc-57) |