| Olahraga | Minggu, 28 September 2003 |
Menunggu Pembuktian Schumi di IndianapolisPERSAINGAN antarpembalap Formula Satu 2003 berlangsung sangat ketat sejak digelarnya seri pertama di Australia. Juara bertahan Michael Schumacher (Ferrari/Jerman) sampai saat ini memang masih memimpin klasemen sementara. Tetapi posisinya belum menjamin untuk memenangi mahkota juara dunia tahun ini. Saat ini Schumi sudah mengantongi nilai 82, selisih tiga poin dari Juan Pablo Montoya (Kolombia). Urutan ketiga ditempati Kimi Raikkonen (Mercedes McLaren) yang mengemas 75 poin. Jika Schumi mampu meraih nilai 10 di Indianapolis, maka peluangnya untuk mencatat rekor juara dunia enam kali akan terwujud. Tetapi dengan catatan, Montoya finish di tempat keenam atau lebih, dan Kimi di urutan ketiga. Bisa juga Schumi tidak harus jadi juara, asal Kimi di posisi keempat atau lebih, serta Montoya gagal masuk tujuh besar. Dengan 92 angka, perolehan Schumi itu tak mungkin terkejar rival-rivalnya. Karena setelah duel di Indianapolis, balapan tinggal satu seri lagi. Namun bagi Schumi, untuk menjadi juara di seri ini memang bukan hal mudah. Seri ke-15 ini bisa dipastikan bakal memicu motivasi Montoya dan Kimi. Sekecil apa pun peluang keduanya, kans jadi juara dunia untuk kali pertama masih mereka miliki. Lain cerita jika ketiganya hanya finish di peringkat 5 hingga 8, maka balapan di Sirkuit Suzuka, Jepang (12 Oktober) bakal menjadi titik krusial bagi ketiganya. Dengan perkiraan macam itu, dipastikan balapan di GP AS malam nanti bisa menjadi pertarungan penting bagi ketiga pembalap tersebut. Peluang terbesar untuk menjadi juara di GP AS berada di tangan Schumi. Sebab, Schumi sudah tiga kali juara di Indianapolis. Walau begitu, ia tetap harus memperhitungkan reputasi pesaingnya. Sebab performa Montoya dan Kimi pada enam seri balapan terakhir bisa dibilang luar biasa. Untuk memuluskan langkah Schumi menjadi juara dunia -tanpa harus menunggu GP Jepang- Tim Kuda Jingkrak ini mempersiapkan berbagai strategi. Jean Todt, direktur teknik, mengatakan selama masa rehat dua minggu ini timnya berusaha memaksimalkan penampilan Schumi dan tandemnya, Rubens Barichello (Brasil). Tak hanya itu, serangkaian tes mesin dan sistem aerodinamika juga disiapkan secara matang. Termasuk mempersiapkan jenis ban Bridgestone yang tepat untuk mendukung penampilan Tim Merah di Indianapolis. Justru yang menjadi persoalan berat, banyak tekanan untuk menang dapat membuat Schumi tidak tampil secara maksimal. Waspada Saat ini sirkuit yang pernah tiga kali ditaklukkan Schumi ini sudah mengalami perubahan. Panitia F-1 GP AS tahun ini merubah disain sirkuit dari arena motor speedway menjadi lintasan full hight speed, dengan kombinasi tikungan miring. Di sisi lain, tikungan 9 dan 10 diubah menjadi U-turn. Akibatnya, saat melintas di jalur ini, kendaraan harus direm habis. Sehingga seting mobil untuk trek panjang akan kewalahan untuk menaklukkan tikungan-tikungan di Sirkuit Indianapolis. Banyaknya tikungan miring di Indianapolis justru membuat kubu BMW-Williams di atas angin. Sebab, ketika berlaga di sirkuit kencang dengan kombinasi tikungan lambat, kendaraan Montoya terlihat lebih jago. Dengan sistem aerodinamika dan dukungan ban Michelin dalam beberapa seri terakhir, Schumi kerapkali kedodoran untuk mengejar Montoya. Kondisi inilah yang perlu diwaspadai dan diantisipasi Schumi bersama timnya. Sehingga pada balapan hari ini, banyak aspek akan memengaruhi pembalap saat berlaga. Namun upaya Schumi untuk mengukir juara sejati sebanyak enam kali juga pantas diwaspadai dua pesaingnya. (Aria Furisan-48) |