| Olahraga | Minggu, 28 September 2003 |
Hajar Terus, ''Entongin Baen''...BANJARNEGARA- Suasana Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Banjarnegara yang biasanya sunyi senyap, sejak Jumat malam lalu berubah menjadi sumringah. Sejak pukul 21.00, puluhan warga sudah berkumpul di depan halaman rumah Sekdes Rochidi. Ruas jalan desa di depan halaman rumah perangkat desa itu ditutup sementara. Dua buah televisi ukuran 20 inci, dilengkapi sound system, diletakkan di atas meja, menghadap barat. Di depan pesawat teve itulah, digelar sejumlah tikar dan dijejer beberapa kursi. Malam itu, mereka berkumpul untuk menyaksikan pertarungan tinju perebutan gelar juara dunia kelas bulu ad interim versi WBA, antara Chrisjon melawan Oscar Leon, yang ditayang langsung oleh Indosiar. Warga Desa Gelang memang punya ikatan emosional dengan Chrisjon serta adiknya, Andrean Jon, yang malam itu juga bertarung melawan Ronaldi (JK-Dobeli Jakarta) dalam perebutan gelar juara nasional kelas bulu. Sebab, kedua petinju kakak-beradik itu merupakan putra kelahiran Desa Gelang. ''Bukan hanya malam ini. Setiap Chrisjon atau Andrean bertarung dan disiarkan langsung di televisi, warga selalu mengadakan acara seperti ini,'' kata Rochidi. Nonton bareng penampilan dua petinju putra pasangan Johan Cahyadi dan Warsini itu tak cuma diadakan di halaman rumah Sekdes. Di beberapa lokasi lain juga digelar acara serupa, baik di teras atau halaman rumah. Tegang Ketika menyaksikan pertarungan tinju antara Andrean Jon melawan Ronaldi, emosi warga setempat datar-datar saja. Sebab penonton sudah bisa mengukur kemampuan Andrean menghadapi lawannya. Bahkan, ada di antara mereka yang menduga adik Chrisjon bakal kalah. ''Andrean tak seperti kakaknya. Gaya bertarungnya sama, tapi dia belum punya pukulan yang mematikan,'' komentar salah seorang warga. Suasana menjadi tegang, ketika Chrisjon mulai naik ring. Ketegangan makin memuncak, ketika bel ronde pertama dibunyikan. Ketika menyaksikan petinju kesayangannya beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan ke wajah Oscar Leon, penonton langsung menyemangati sambil berteriak-teriak: ''Hajar terus,.. entongin baen (habisin saja-Red),'' Penonton baru beranjak dari kursi, setelah melihat petinju kebanggaannya menerima penyematan sabuk juara dunia kelas bulu ad interim WBA. Seolah-olah mereka tak percaya, petinju yang dilahirkan di desanya, kini mulai mengorbit ke pentas dunia. (Tjeffi Hidayat-48) |