| Olahraga | Minggu, 28 September 2003 |
Kocok Dulu, Lalu Menyerang...DENPASAR- Strategi dan teknik jitu yang diterapkan pelatih Mukhlis Sutan Rambing menjadi kunci sukses keberhasilan Chrisjon ketika menjinakkan Oscar Leon, dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu ad interim versi WBA, di depan Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Sabtu dinihari. Petinju asal Kolombia itu memiliki counter attack yang sangat cepat dan terarah. "Karena itu, dalam enam ronde awal, Chrisjon saya instruksikan agar terus mengocok tenaga Oscar. Ya... biar habis dulu," kata Sutan, seusai pertarungan tersebut. Jika tidak dikocok sejak awal, tambah dia, petinju asuhannya pasti habis. ''Dia akan menjadi sansak (hidup) bagi Oscar di ronde-ronde awal". Strategi dan taktik yang diinstruksikan Sutan memang ada benarnya. Ada banyak faktor yang mendukung. Pertama, Oscar merupakan petinju kidal. Bagi Chrisjon, pertarungan lawan Oscar merupakan pengalaman pertama menghadapi petinju kidal. "Saya juga sempat bingung, kok susah," aku Chrisjon. Faktor kedua, Oscar punya jam terbang di tingkat internasional lebih banyak dibandingkan Chrisjon. Tetapi usianya mulai menua. "Oleh karena itu, kita kuras tenaganya sejak ronde awal. Saya sengaja instruksikan kepada Chrisjon agar tak merangsek atau bertarung ofensif di ronde-ronde awal," kata Sutan lagi. Counter Fighter Menurut pengamat tinju nasional, Syamsul Anwar Harahap, Oscar berkesan meninggalkan gaya bertinju aslinya: fighter. Taktik Chrisjon yang bermain hit and run di ronde awal, mengakibatkan Oscar tak bisa menerapkan gaya aslinya secara sempurna. "Justru Oscar main counter fighter," kata dia. Maksudnya, kata Syamsul, Oscar lebih banyak membalas pukulan-pukulan jab, hook, dan straight Chrisjon. "Tak ada pukulan Oscar yang lebih keras dan lebih telak ketimbang pukulan Chrisjon. Karena itu, Chrisjon pantas menang angka dalam pertarungan ini," jelas Syamsul. (G14-48) |