| Berita Utama | Minggu, 28 September 2003 |
Bantu Anak-anak Dhuafa
SEKELUAR dari penjara, Zarima Mirafsur tak henti-hentinya memanjatkan syukur kepada Allah SWT. Salah satu wujud rasa syukurnya itu adalah berbagi bahagia dengan anak-anak dhuafa, yang dilakukan dengan memberikan sumbangan sejumlah uang kepada mereka. Melalui tiga yayasan yang mengurusi anak-anak dhuafa, yakni Yayasan Nurul Ihza (Bekasi), Yayasan Insan Madani, dan Mustang, sebuah kelompok anak muda yang bergerak di bidang yang sama, Zarima berbagai bahagia itu. Di pendapa Masjid Arriyad, ia -dengan didampingi Anwar Fuady dan keluarganya- kemarin siang menyerahkan sendiri bantuan tersebut. ''Ini sebagai wujud rasa syukur saya pada Allah, selain sebagai orang yang baru saja keluar dari tahanan tentu membutuhkan doa dan dukungan dari keluarga, Ibu, dan sahabat,'' tuturnya, usai acara yang berjalan santai dan dipenuhi masyarakat seputar masjid yang terletak di bilangan Kwitang, Jakarta Pusat, itu. Segudang Rencana Zarima, yang mengirup udara bebas dua bulan lalu, telah mempunyai segudang rencana untuk masa depannya. ''November nanti, bersama suami dan anaknya, ia akan berangkat ke Amerika. Mau belajar vokal,'' tutur Dian, manajer Zarima. Mengenakan kerudung warna cokelat muda, siang itu Zarima terlihat segar dan cantik. Sayang, anak dan suaminya tak mendampingi. ''Saat ini memang belum saatnya siapa suaminya dipublikasikan. Nantilah kalau sudah saatnya, wartawan akan diperkenalkan padanya,'' tambah Dian mengenai suami Zarima, yang konon adalah pengacaranya. Putri Zarima pun, Nikita Choirunisa, tak diajak serta. Zarima memilih belajar olah vokal di Amerika, karena kebetulan konon suaminya punya kegiatan bisnis di negara itu. ''Sekalian berlibur di sana''. Sepulang dari Amerika, Zarima telah mempersiapkan penerbitan buku tentang dirinya. ''Semacam curhatnyalah, mengenai liku-liku hidupnya selama ini. Di samping isi curhat, dipasang foto-foto Zarima, termasuk semasa pelariannya dulu,'' sambung Dian lagi. Rencananya, Zarima akan berada di Amerika selama empat bulan. Setelah itu akan memulai kegiatan yang memang sudah lama direncanakan. ''Belum bisa dipastikan, apakah akan main sinetron, nyanyi, atau mengelola usaha yang sudah ada saja. Tetapi yang jelas, di Amerika dia lebih memilih belajar vokal, ketimbang akting,'' tutur Dian kemudian. (tn-31) | |||||