| Semarang & Sekitarnya | Minggu, 28 September 2003 |
Ancam dengan ''Pistol'' Nyaris Diamuk MassaSEMARANG UTARA - Tak ada hujan, tak ada petir. Pagi kemarin, Afandi (22), pemuda pemilik PKL di Citarum terkejut. Pasalnya, usai membuka dasarannya di trotoar Jl Citarum, warga Jl Cumi-Cumi Raya RT 1 RW 3 itu tiba-tiba diacungi pistol oleh Hendro (45), warga Kp Kebonarum 23 Semarang. Melihat hal itu, wajah korban jadi pucat pasi. Tak ada yang bisa diperbuatnya, kecuali hanya diam dan terbengong. Beruntung, salah seorang kakak korban yang tiba di lokasi, langsung berteriak maling. Teriakan itu mengundang perhatian sejumlah orang yang ada di sekitarnya. Beberapa menit, massa mulai mengerumuni tersangka. Nyali tersangka pun mulai keder. ''Dia kemudian lari dari amukan massa,'' tutur salah seorang PKL di Citarum itu. Korban pun langsung melaporkan kasus itu ke Polsekta Semarang Utara. Tak lama kemudian, tersangka ditangkap di rumahnya. Polisi segera menyita pistol yang digunakan tersangka. Dari lelaki itu, polisi juga mengamankan sebuah pedang. Setelah dicek, pistol yang digunakan tersangka ternyata hanya pistol mainan. Kepada polisi, tersangka melakukan hal itu hanya sekadar menakut-nakuti korban. Pasalanya, dia masih dendam dengan korban karena ada persoalan dengan dia. Untuk mengusut kasus itu, polisi masih meminta keterangan baik dari tersangka maupun korban.(G5-45) |