logo SUARA MERDEKA
Line
 Semarang & Sekitarnya Minggu, 28 September 2003  
Line

Melirik di Balik Tren ''Ayam Kampus''

SEMARANG - Kehidupan kampus tidak melulu dengan buku dan perkuliahan. Ternyata di balik dinding penggodokan intelektualitas itu ada beberapa mahasiswa yang menjadi ''ayam kampus''.

''Ayam kampus tidak hanya wanita, tapi ada juga yang laki-laki,'' kata penulis buku ''Campus Fresh Chicken'' Iip Wijayanto dalam acara peluncuran buku tersebut yang dimoderatori Redaktur Suara Merdeka Triyanto Triwikromo di Toko Buku Gramedia, Jalan Pandanaran, Sabtu (27/9) .

Iip menyebut mahasiswa yang melakukan seks bebas dengan sebutan ''ayam kampus''. ''Sepengetahuan saya, tren ''ayam kampus'' itu mulai muncul pada era delapan puluhan,'' tuturnya.

Buku berisikan penelitian Iip tersebut mendapat sambutan positif sebagian masyarakat Semarang. Hal itu terlihat dari banyaknya orang yang menghadiri acara tersebut, serta banyaknya pertanyaan yang dilontarkan.

Bagaimana mereka mencari pelanggan? Dalam buku setebal 174 itu disebutkan praktik tersebut ada yang melakukan sendiri tanpa broker atau germo, menggunakan penghubung, serta melalui broker atau germo.

Beberapa di antaranya dapat dijumpai di klub-klub malam, diskotek, atau tempat lainnya. Diawali dengan nge-jemp bareng atau pun minum-minum. Meski demikian, mereka sangat selektif dalam memilih pasangan.

Alasan menjadi ''ayam kampus'' pun bermacam-macam, seperti alasan ekonomi, karena narkoba, serta seks untuk pelarian.

Padahal, kata dia, seks bebas lebih berbahaya dari narkoba. Tidak semua orang yang melakukan seks mengonsumsi narkoba, sementara setiap orang yang mengonsumsi narkoba biasanya melakukan hubungan seks.

Walapun saat hubungan seks tersebut menggunakan kondom, namun risikonya tetap tinggi. ''Sekitar 3% berisiko hamil, dan 44% berisiko tertular HIV.'' (H3-45)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA