| Semarang & Sekitarnya | Minggu, 28 September 2003 |
Wagub Canangkan Gerakan Bersih SungaiSEMARANG- Menjelang musim hujan disambut dengan perasaan gembira terutama bagi para petani. Namun berbeda dengan mereka yang tinggal di sekitar sungai besar, seperti Sungai Banjirkanal Barat, serta yang ditepi pantai. Mereka selalu ada perasaan waswas dan khawatir bila hujan tiba. Terlebih saat air sungai terlihat meluap sampai permukaannya rata dengan daratan. ''Deg-degan terus, saya takut daya tampung sungai tidak kuat menahan air yang terus berdatangan dan akhirnya air meluap sampai masuk rumah,'' kata salah seorang warga di sekitar Sungai Banjirkanal Barat, kemarin. Kekhawatiran tersebut terus menjadi perhatian pemerintah. Berulang kali beberapa sungai besar seperti Banjirkanal Barat dan Timur dilakukan normalisasi. Baik dengan pengerukan sampah, penambahan kedalaman maupun dengan memperkuat tanggul. ''Di sinilah pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai. Sebab jika mereka tidak ikut menjaga normalisasi sungai, mereka sendiri yang akan menerima dampaknya, yakni banjir,'' tandas Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Ali Mufiz MPA saat mencanangkan Gerakan Nasional Bersih Sungai (GNBS), di Sungai Banjirkanal Barat, Sabtu (27/9). Pada kegiatan itu, pemerintah Jawa Tengah bersama masyarakat melakukan pembersihan sungai dan saluran air lainnya dari hulu hingga hilir. Sebagian pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov/dinas dan pegawai Pemkot dilibatkan, serta ratusan pekerja padat karya. Wagub juga mengatakan, kebersihan sungai atau saluran harus dijaga bersama agar mengalirnya air tidak ada hambatan. Bila sungai dibiarkan apa adanya, dikhawatirkan tidak bisa menampung air dalam jumlah besar yang berakibat banjir. Kondisi kebersihan sungai belum mendapat perhatian serius dari masyarakat. Tidak sedikit perusahaan yang membuang sampah dan limbah ke sungai. Upaya pemerintah baik dalam bentuk pengerukan maupun normalisasi sungai hanya bersifat insindentil, sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat. Program padat karya dan besih sungai di Jateng, lanjut dia, masuk program 100 hari gubernur. Yakni menjadi bagian dalam rangka penanggulangan kekeringan dan normalisasi banjir. Anggaran yang disediakan Pemprov untuk program tersebut sebesar Rp 8,2 miliar dan diperuntukan 11 kabupaten. (H1,G1-45) |