logo SUARA MERDEKA
Line
 Semarang & Sekitarnya Minggu, 28 September 2003  
Line

PKL Membuang Sampah Seenaknya

Saluran Simpanglima Dipenuhi Kulit Kerang

BALAI KOTA - Saluran di Simpanglima sering dipenuhi tulang dan kulit kerang. DPU Kota sering membersihkan saluran-saluran itu, namun setiap kali pula sampah-sampah itu muncul lagi.

Kasi Operasional dan Pemeliharaan Pengairan Kota Semarang Ir Fauzi MT menduga, berbagai macam sampah itu berasal dari PKL.

Mereka membuang sampah seenaknya, dan sebagian jatuh ke saluran.

Sampah bukan hanya masalah pemerintah, tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu dia sependapat jika semua elemen masyarakat harus diajak menjaga kebersihan saluran.

Pemkot dengan segala keterbatasannya akan selalu berupaya menjaga kebersihan saluran di Kota Semarang.

Termasuk menerapkan peraturan bahwa pembuang sampah sembarangan akan didenda Rp 50.000.

Penanganan secara proaktif juga dilakukan. Kali Semarang misalnya, kebersihan sungai itu akan dijaga oleh orang-orang yang saat ini sedang direkrut Pemkot.

Program ini nantinya akan dikembangkan untuk sungai-sungai lainnya.

Untuk Kali Banger, Pemkot berencana untuk memasang mesin pengambil sampah. Mesin itu juga akan dilengkapi dengan pompa untuk mengatur ketinggian permukaan air.

Wisata

Pemkot juga sedang mengusulkan pada Bank Dunia untuk menangani Kali Tenggang. Direncanakan akan dibuatkan long storage pada sungai yang setiap musim hujan airnya meluap.

Sementara itu Camat Semarang Tengah Arief Moelia Edhie mengatakan, pihaknya bersama warga sudah berusaha menjaga saluran tetap bersih.

Warga sering melakukan kerja bakti membersihkan sampah saluran. Selain itu, kecamatan juga menempatkan satu kontainer sampah.

Upaya semacam itu, menurut dia, bukan hanya untuk membuat saluran tetap bersih.

Program selanjutnya, sungai itu nantinya akan menjadi salah satu wisata air di Kota Semarang. Lokasinya berada di Jagalan, Kranggan, dan Purwodinatan.

Di tempat itu akan ditempatkan beberapa perahu. Nantinya orang akan bisa menyusuri sungai sampai ke kawasan perkampungan Cina (China Town). ''Kami ingin mengingatkan orang pada sejarah,'' kata dia. (G6-45)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA