| Semarang & Sekitarnya | Minggu, 28 September 2003 |
3,4 Juta Penduduk Buta HurufSEMARANG - Berdasarkan statistik penduduk ternyata di Jateng masih terdapat 3,4 juta penduduk buta huruf. Mereka terdiri atas 729.448 jiwa berusia 10-44 tahun dan 2.672.668 jiwa usia 44 tahun ke atas. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Soebagyo Brotosedjati MPd pada pembukaan diskusi panel kampanye gerakan nasional pemberantasan buta huruf di Gradhika Bhakti Praja, baru-baru ini. Dia mengatakan, untuk menuntaskan penduduk yang buta huruf tersebut, pemerintah melalui APBN 2003 mengalokasikan sejumlah dana untuk 26.720 orang yang digarap melalui 2.672 kelompok belajar. Selain itu, Pemprov Jateng pun lewat APBD I menyediakan suplemen pembelajaran dalam bentuk bahan belajar tematik. ''Diskusi panel ini untuk mewujudkan persepsi, tekad dan semangat seluruh komponen masyarakat dalam melaksanakan gerakan pemberantasan buta huruf.'' Wakil Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Jateng, Mardjiono mengatakan, Jateng tetap mempunyai komitmen yang tinggi dalam pemberantasan buta huruf. Hal ini mengingat, melek huruf merupakan salah satu prasyarat utama bagi peningkatan pembangunan pendidikan masyarakat. Sekjen Ditjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (PLSP) Depdiknas, Dr Triadi mengatakan, data tahun 2000 dari jumlah penduduk Indonesia usia 10 tahun ke atas 159.032.694 orang, 15.362.558 di antaranya atau 9,66% tidak pernah sekolah atau buta huruf. Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun 1971 sebanyak 32.515.992 anak usia 10 tahun ke atas yang buta huruf. (C28-45) |