logo SUARA MERDEKA
Line
 Semarang & Sekitarnya Minggu, 28 September 2003  
Line

Wali Kota Diminta Berpikir Ulang

  • Ali Hanan Serap Aspirasi ke SMK 7

SEMARANG - Wali Kota H Sukawi Sutarip SH diminta berpikir ulang sebelum me-ruilslag (tukar bangun) sekolah SMK 7. Ketua Komisi E DPRD Jateng Ali Hanan Fatah kemarin menyampaikan hal tersebut setelah menyerap aspirasi di sekolah yang berada di kawasan Simpanglina itu.

''Saya minta Pak Wali berpikir ulang. Simpanglima tidak hanya menjadi aset Kota Semarang, tetapi juga aset Jawa Tengah,'' katanya usai ditemui para guru, karyawan, dan alumni.

Kunjungan tersebut terkesan mendadak. Pihak SMK 7 mengakui tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya. Namun, mereka menyambut hangat kunjungan wakil rakyat yang masih peduli dengan sekolah tersebut.

Meski aset itu berada di wilayah Pemkot Semarang, kata Ali Hanan, namun sebaiknya Wali Kota juga memperhatikan aspirasi berbagai pihak. Termasuk para guru, karyawan, serta alumni yang mulai resah dengan rencana kebijakan tersebut.

''Dari penuturan yang disampaikan tadi, mereka mengaku resah karena nilai-nilai pendidikan, agama, maupun sejarah bisa hilang,'' katanya.

Ali Hanan meminta agar kelestarian aset tersebut bisa dipertahankan. Simpanglima dipandang memiliki multizone dan mengandung aspek kesejarahan.

''Jangan melihat Simpanglima dari aspek bisnis semata. Tetapi juga melihat pengembangan agama dan pendidikan,'' ujarnya.

Bila SMK 7 di-ruilslag, lanjutnya, dikhawatirkan nilai-nilai kawasan Simpanglima akan hilang. Sebab, kawasan yang identik dengan Semarang dan Jawa Tengah tinggal menjadi sentra bisnis saja.

Tidak Sepakat

Dia memperoleh masukan dari para guru, karyawan, dan alumni bahwa SMK 7 yang memiliki areal seluas 3,7 hektare cukup bagus untuk pengembangan pendidikan. Bangunan di SMK 7 ada yang direncanakan sampai berusia 80 tahun. Apalagi, sekolah itu akan dikembangkan menjadi sekolah berbasis pendidikan internasional.

''Kami sebagai wakil rakyat di Komisi E DPRD Jateng tidak sepakat dengan ruilslag SMK 7,'' tegasnya.

Oleh karena itu, Komisi E mengagendakan dengar pendapat bersama Wali Kota. Agenda tersebut akan diajukan ke pimpinan DPRD Jateng.

''Kami akan mencoba untuk berbicara dengan Wali Kota. Yang jelas, Pak Wali akan diminta berpikir ulang sebelum memutuskan untuk me-ruilslag SMK 7,'' katanya.

Dalam sebuah pertemuan untuk sosialisasi ruilslag Kamis (25/9), kalangan siswa, guru, dan alumni SMK 7 dan 8 tetap menolak rencana pengembangan sekolah tersebut.

Sebagian besar pertanyaan yang diajukan ke Wali Kota bernada tidak setuju dengan rencana tersebut. Penjelasan Wali Kota tentang rencana ruilslag, masih dianggap belum jelas, sehingga beberapa di antaranya masih menyangsikannya rencana Pemkot melakukan tukar bangun sekolah itu.(G1,H1-45)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA