
| Sabtu, 20 September 2003 | Sala |
Pernyataan Sekjen Dema DisesalkanKENTINGAN - Paguyuban penghuni asrama mahasiswa UNS kemarin beramai-ramai mendatangi kantor Dewan Mahasiswa (Dema) UNS. Mereka menyesalkan pernyataan Sekjen Dema M Iksanuddin yang menyebutkan kondisi asrama tidak kondusif untuk belajar. "Penyataan itu sama sekali tidak benar. Tidak ada mahasiswa yang turun prestasi akademiknya setelah tinggal di sini. Bahkan, di asrama selain belajar akademik, kami juga belajar tentang kehidupan sosial," jelas Sekretaris Umum Paguyuban Penghuni Asrama Mahasiswa, Imam Rubaiki, kemarin. Seperti diberitakan, pengelolaan asrama mahasiswa dipertanyakan oleh Sekjen Dema. Dia mengatakan, kondisi di tempat itu tidak kondusif. Dia mencontohkan adanya sejumlah mahasiswa yang mengalami penurunan hasil studi. Selain itu, ada penghuni yang statusnya tidak mahasiswa lagi. (SM/18/9). Lebih lanjut Imam mengatakan, kondisi asrama sangat kondusif untuk belajar akademik dan kehidupan sosial. Mereka juga telah mengadakan sejumlah kegiatan seperti UNS Fair, donor darah, serta sejumlah kegiatan lain. "Soal alumni yang masih tinggal di asrama, kami hanya membantu pengelola karena masih banyak kamar kosong. Daripada kamar kosong itu memberatkan pengelola, uang dari para alumni itu dapat digunakan untuk menambah pendapatan biaya pemeliharaan," katanya. Dia juga mengatakan, Dema sebagai bagian dari lembaga mahasiswa, seharusnya ikut memperhatikan asrama dan bukan memperburuk keadaan. "Selain itu, kami berharap pada semua pihak, rektorat, kopma, dan semuanya ikut memperhatikan kondisi asrama," jelasnya. Adapun tentang murahnya tarif asrama yang hanya Rp 58.000 per kamar yang dapat membantu mahasiswa untuk belajar, dia mengatakan, hal itu dikembalikan kembali kepada pribadi tiap-tiap penghuni. Pada bagian lain Sekjen Dema M Ikhsanudin mengatakan, pernyataan yang dikeluarkan itu semata-mata dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap asrama mahasiswa. "Sebenarnya niat saya baik, pernyataan itu sebagai wujud kepedulian terhadap asrama, tetapi bagaimanapun saya minta maaf atas pernyataan yang keluar di media massa itu," katanya. Untuk selanjutnya, kata dia, Dema siap memfasilitasi aspirasi penghuni untuk pengembangan asrama. (F11-83n) |