logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Berita Utama  
Line

Penangkapan Aktivis Keagamaan Bisa Fatal

  • Ada Upaya Benturkan Islam dengan Terorisme

SEMARANG - Penangkapan sejumlah aktivis keagamaan yang diduga terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) mendapat tanggapan dari Ketua DPW PPP KH A Thoyfoer MC. Ia menyebutnya model penangkapan itu sebagai cara-cara sekulerisme. "Kalau alasan penangkapan tersebut tidak bisa dibuktikan, akibatnya akan fatal," tandas dia di ruang kerjanya, Jumat (19/9).

Pimpinan pondok pesantren Al-Hamidiyah Lasem, Rembang itu, mengharapkan penangkapan tersebut jangan sampai membuat aktivis keagamaan lain takut. Lebih jauh lagi ia mengatakan, jangan sampai hal itu membuat perempuan takut mengenakan jilbab karena akan ditangkap. Semua komponen umat Islam diminta bisa memahami strategi global di mana umat Islam dibenturkan dengan bentuk-bentuk terorisme.

"Kasus terorisme internasional yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah RI dan aparat kepolisian bila tidak disikapi hati-hati dapat membenturkan Islam dengan aktivitas terorisme. Terlebih ada upaya ke arah sana oleh dunia barat dan telah menjadi strategi global."

Menurutnya, bila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hati-hati dalam memperhatikan strategi global tersebut, dapat menimbulkan citra buruk terhadap Islam. "Saya memandang ada semacam strategi global untuk menjatuhkan Islam dengan mengangkat gerakan terorisme. Padahal ada kekuatan besar yang lebih terorisme tetapi seakan dibiarkan," katanya.

Dalam pandangannya, strategi seperti itu sengaja dilakukan oleh negara-negara yang tidak menyukai Islam, terutama setelah keruntuhan komunisme. Islam bagi mereka dianggap sebagai satu-satunya penghalang. Karena itu, mereka melakukan berbagai langkah memojokkan Islam agar eksistesinya dikucilkan.

"Kalau sudah seperti itu, Islam akan dibenturkan dengan kemanusiaan dan nilai-nilai human. Pola semacam itu harus diantisipasi sedini mungkin," tutur ketua DPW PPP Jateng itu.

Kendati begitu, Thoyfoer mengimbau pihak kepolisian tetap serius untuk mengungkap jaringan terorisme di Indonesia. Namun dalam menegakkan hukum harus menjalankan fungsi secara benar. Jangan melakukan tindakan berlebihan yang justru bisa merugikan Islam. Sebab dengan label JI, sudah membentuk kesan bahwa aktivis Islam identik dengan gerakan terorisme.

Dalam melakukan penangkapan, lanjutnya, harus sesuai dengan prosedur dan aturan. Ada transparansi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. "Kalau mereka salah, tunjukkan dengan bukti-bukti. Tetapi bila tidak bersalah, ya harus dibebaskan dan ada pembersihan nama baik."

Selain itu, ungkap dia, umat Islam sebaiknya tidak ragu atau takut melakukan kegiatan keagamaan, menyampaikan amar makruf nahi munkar, seperti bagi umat yang memakai jilbab juga tidak perlu merasa diperhatikan, dicurigai, atau dibuntuti. Mereka justru harus menunjukkan bahwa Islam itu rahmatan lilalamiin dan tidak membenarkan tindakan terorisme.

"Umat Islam harus berani menunjukkan sikap bahwa Islam bukanlah teroris. Maka wujudkanlah dengan perilaku yang sesuai dengan Islam dan aturan hukum di Indonesia ini," tambahnya. (H1,G1-69s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA