
| Sabtu, 20 September 2003 | Berita Utama |
Pak RT dan Pak RW pun Ikut UrusanSUTARMAN (42), ketua RW I Dukuh Jegleng, Gayam Dompo, Kecamatam Kota dan Pardiyanto (30), ketua RT 4 RW I dukuh yang sama ikut "sibuk" pascapenyitaan 2.645 butir amunisi dan 3 karung serbuk bahan peledak milik Surono yang "dititipkan" di rumah Wagino (33), warga Jenggrek RT I RW III, Gayam Dompo, Kecamatan Karanganyar Kota dan Sunarno (36), warga Jegleng RT 4 RW I Gayam Dompo. Demikian pula dengan Suparmi, ibu Sunarno. Ketiga orang itu ikut "diangkut" bersamaan disitanya barang-barang tersebut. Kepada wartawan, ketiga orang tersebut yang berprofesi sebagai buruh tani di desanya mengaku, baru pertama kali berurusan dengan polisi. Meski kaget, mereka sepakat membantu polisi untuk mengungkap jaringan teroris yang berasal dari Karanganyar. "Saya siap membantu polisi," kata mereka secara terpisah. Suparmi mengaku, tidak tahu menahu jika anaknya, Sunarno menyimpan tiga karung serbuk bahan peledak dan satu rol kabel di salah satu kamarnya. "Saya baru tahu kalau anak saya menyimpan barang yang dilarang polisi setelah menggeledah salah satu kamarnya, dan mengambil tiga karung barang yang ada di dalam kamar itu," kata dia polos. Meski sudah diberitahu polisi, perempuan yang usianya sudah setengah baya itu juga mengaku, tidak tahu apa nama barang itu, dan apa kegunaanya. "Namanya saja tidak tahu, apalagi gunanya," kata dia dalam bahasa Jawa medok. Tentang aktivitas anaknya, Suparmi juga mengaku tidak tahu. Bahkan dia juga tidak tahu sama sekali kalau anaknya berkawan dekat dengan Surono, orang yang diduga salah seorang anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang diduga menjadi teroris. Apakah Sunarno pernah pergi ke luar negeri atau berkumpul dengan orang-orang yang dianggap aneh? Ia menjawab, "Anak saya itu cuma buruh tani dan tukang batu di desa, jadi tidak pernah pergi ke mana-mana. kalau pun pergi paling-paling ke Bekonang (Sukoharjo-Red) untuk nukang mbatu. Sunarno tidak pernah pergi jauh apalagi ke luar negeri. Setahu saya, teman-temannya juga orang-orang sekitar saja." Sementara Sutarman menuturkan, meski warga Jegleng asli, Sunarno itu orangnya pendiam dan jarang sekali bertegur sapa dengan tetangga. Kalau bicara seperlunya saja, tak pernah lebih. Sunarno tinggal di RT 4 RW 1 baru dua tahun lamanya. Sebelumnya dia tinggal di RT 3 RW 1. "Karena pendiam, saya tidak tahu begitu banyak kegiatan dia di luar pekerjaanya sebagai petani dan tukang batu," kata dia selesai memberi keterangan pada polisi.(Langgeng Widodo-69) |