logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Berita Utama  
Line

Gubernur Jawa Timur Mengaku Tak Ditekan

  • Aksi Goyang Sekkota Surabaya

SURABAYA-Bukan hanya kalangan Pemkot dan DPRD Kota Surabaya yang ribut atas manuver aksi menggoyang Sekkota Ir Alisjahbana. Gubernur Jatim Imam Utomo pun dibuat repot atas munculnya persoalan ini.

Apalagi, pelengseran Alisjahbana tak bisa dilepaskan dari nuansa dan dimensi politik. Nuansa dan dimensi politik itu adalah manuver politik FPDI-P yang mengusulkan kepada Wali Kota Bambang DH agar mereposisi Alisjahbana dari jabatannya sekarang.

Apakah Gubernur ditekan PDI-P? ''Tak ada tekanan dari partai mana pun dalam kaitan persoalan ini,'' kata Imam Utomo kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (19/9).

Dikatakan, pekan depan ia memanggil Wali Kota dan Sekkota untuk dimintai keterangan sehubungan munculnya kebijakan Wali Kota mengajukan pergantian Sekkota. ''Saya akan tanya kenapa sampai ada pencopotan Pak Alisjahbana.''

Gubernur mengaku heran kenapa konflik di Pemkot Surabaya ini sampai meletus. Sebab, penempatan Alisjahbana sebagai Sekkota juga atas permintaan Wali Kota. Sebelumnya, Alisjahbana menjabat sebagai ketua Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Batu. Sejak Bambang dilantik sebagai orang pertama di Pemkot Surabaya menggantikan Soenarto Sumoprawiro yang dilengserkan Dewan, Alisjahbana diminta Bambang sebagai pendampingnya.

m kasus pencopotan Alisjahbana ini juga disampaikan sesepuh PDI-P Jatim L Soepomo. Wakil Ketua FPDI-P DPRD Jatim ini menegaskan, partainya tak ikut campur dalam persoalan rumah tangga Pemkot Surabaya.

''Itu kewenangan Wali Kota, kami tidak ikut-ikutan,'' tegas politikus PDI-P yang dikenal dekat dengan Sekjen DPP Ir Sutjipto ini. Adapun Bambang adalah figur yang saat ini menjabat sebagai orang pertama di Pemkot sekaligus Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya. (G14-13)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA