logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Berita Utama  
Line

SBY Bahas Polkam dengan AS

WASHINGTON- Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya ke AS akan membicarakan masalah bilateral, terutama di bidang politik dan keamanan.

''Itu tujuan utama,'' kata dia di hadapan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC, Rabu (17/9) malam, seperti dilaporkan koresponden Suara Merdeka di Washington Hendro Yudiono.

Dalam lawatannya itu ia didampingi antara lain Kepala Badan Intelijen Mabes TNI Mayjen Lutfi, Dirjen Strategi Pertahanan Dephan Mayjen Sudrajad, Kepala Desk Pemberantasan Tindak Pidana Antiteror Irjen (Pol) Ansyaad Mbai, Direktur Amerika Utara dan Tengah Deplu Dino Patti Djalal, Acting Deputi VII Informasi dan Humas Kementerian Polkam Brigjen Alex Bambang Triatmodjo, dan Acting Deputi II Politik Luar Negeri Deplu Benny.

SBY, sebutan akrab Menko Polkam, dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Collin Powel, Deputi Menteri Pertahanan AS Paul Wolfowitz, beberapa agensi lain seperti US Asian Business Council, FBI, CIA, dan beberapa instansi pemerintah AS.

Dia juga dijadwalkan menghadiri konferensi di New York yang membahas kerja sama global dalam menghadapi terorisme, mewakili Presiden Megawati yang dalam waktu yang sama berbicara dalam Sidang Umum PBB pekan depan.

Dalam pertemuan dengan pejabat AS, SBY akan menjelaskan berbagai situasi dan masalah di Tanah Air agar tidak ada perbedaan antara persepsi dan fakta di kalangan masyarakat Internasional.

''Kami akan menjelaskan berbagai situasi yang sesungguhnya, dan bukan suatu snapshot yang kadang-kadang diangkat oleh CNN, Reuters, BBC yang sering menyebabkan salah persepsi bagi masyarakat internasional.''

Dalam tatap muka tersebut, ia juga menjelaskan agenda utama Indonesia pada tahun-tahun mendatang, dan isu aktual menjelang Pemilu 2004.

Ia berpendapat bahwa stabilitas politik Indonesia saat ini berada dalam suatu tingkatan yang cukup kondusif bagi dilakukannya proses politik berikutnya, yaitu pemilu.

''Kami sudah keluar dari krisis yang bisa mengakibatkan goncangan. Saat ini Indonesia sudah berada dalam suatu tingkatan yang cukup kondusif untuk menggelar pemilu.''

Terorisme

Pada kesempatan tersebut Menko mengatakan, pemberantasan terorisme harus mendapatkan prioritas dari bangsa Indonesia.

Menurutnya, cara memberantas terorisme pertama-tama adalah harus ada gerakan nasional untuk menangani akar terorisme, yaitu ketidakadilan, ketimpangan, dan banyak hal yang membuat orang menjadi tidak puas atau merasa tidak mendapatkan keadilan.

Selain itu, mencegah timbulnya proses radikalisasi, proses tumbuhnya kekerasan. ''Teror ini betul-betul tidak boleh dikaitkan dengan agama, etnis, atau daerah.''

Kunjungan dia bersama rombongan ke Washington DC untuk bertemu dengan para petinggi di negeri itu terhambat akibat badai tropis Isabel yang melanda pantai timur AS.

Hingga Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi di Indonesia, badai yang menyebabkan turun hujan yang berlebihan ini telah mengakibatkan banjir di mana-mana, mulai dari Negara Bagian North Carolina, Virginia, dan sebagian Maryland.

Sejak Kamis, kantor-kantor, sekolah, dan gedung-gedung di Washington DC dinyatakan tutup hingga Jumat, dan buka kembali hari Senin. (13i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA