logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Berita Utama  
Line

Bulan Puasa Masjid Agung Bisa Dipakai

TINJAU MASJID AGUNG: Gubernur H Mardiyanto meninjau pembangunan Masjid Agung Jateng. Gubernur didampingi Ketua Badan Pengelola Masjid Drs H Achmad dan Kepala Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Ir Sri Sumaryati. (43)

SEMARANG - ''Insya Allah pada bulan Puasa mendatang, Masjid Agung Jawa Tengah sudah bisa dipakai untuk ibadah,'' tutur Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Drs H Achmad, kemarin.

Menurut mantan Wagub I Jateng itu, meski secara keseluruhan pembangunan belum selesai, ada beberapa bagian yang bisa dimanfaatkan untuk ibadah, misalnya lantai dasar, tempat wudu dan lain-lain.

''Ruang utama masih terus dikebut pembangunannya,'' katanya saat mendampingi Gubernur Jateng H Mardiyanto meninjau pembangunan masjid itu, kemarin.

Gubernur yang juga didampingi Kepala Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Ny Ir Sumaryati dan Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Drs H Anwar Cholil, secara cermat memperhatikan hampir seluruh bagian bangunan.

''Pada Idul Fitri tahun ini insya Allah sudah bisa dipakai shalat Id,'' jelas Ir Sumaryati.

Masjid yang terletak di Jalan Gajah Raya, Gayamsari, itu mulai tampak kemegahannya. Empat saka guru besar sudah terpasang dengan baik, demikian pula empat minaret yang menjulang tinggi.

Air mancur tepat di belakang ruang imam juga sudah dicoba. Sementara gebyog yang dipesan dari Kudus dengan kaligrafi Arab juga sudah mulai dipasang.

Didampingi Pimpro Ir Sigit K Hariono MSi dan arsitek Ir Erni Setyowati MT, Gubernur mendiskusikan tentang pemilihan warna yang tepat untuk ruang utama masjid.

Soal Warna

Saat ini, ruangan didominasi warna pink. Sedang Gubernur dan Drs H Achmad menghendaki warna kebiru-biruan dan hijau yang lebih dominan.

''Memang warna sejuk harus dipadu dengan warna sejuk. Warna pink kan mengarah panas,'' tutur arsitek Ir Erni Setyowati.

Sri Sumaryati mengatakan, untuk menambah kecantikan masjid, saat ini terus dilakukan pembenahan bila ada kekurangcocokan. Seperti terkait dengan warna, sentuhan estetika dan lainnya.

''Tadi Pak Gubernur memang mengusulkan agar persoalan warna diperhatikan, hal itu dimaksudkan agar semua bangunan memiliki arti dan bukan sekadar asal megah,'' ujarnya.

Menurutnya, sampai sekarang pembangunan masjid telah menghabiskan Rp 53,4 miliar, dan telah mencapai 46,6 persen dari bangunan yang direncanakan.

Pembangunan tahap tiga dan empat kini tengah dikerjakan. Yaitu pembuatan plaza di depan bangunan utama.

Setelah meninjau ruangan utama, Gubernur keluar ruangan dan duduk di trotoar halaman utara. Dari kejahuan ia memandangi kemegahanan bangunan itu. (H1-29)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA