
| Sabtu, 20 September 2003 | Berita Utama |
Empat Ton Ikan Jadi Rebutan Warga
PEKALONGAN - Kapal motor (KM) Sidodadi asal Weleri Kabupaten Kendal, kemarin siang, sekitar pukul 13.00 WIB, kandas di pantai utara Kota Pekalongan. Akibatnya, ratusan warga dari Kelurahan Panjang Wetan dan Kandang Panjang, Kota Pekalongan berebut ikan yang sengaja diturunkan anak buah kapal (ABK) untuk menghindari kerusakan kapal. Menurut nahkoda Tomo, kapal itu kandas akibat hasil tangkapan yang penuh, sedangkan ombak air laut pada saat itu begitu besar. Meski kapal sudah diarahkan ke tengah laut, tetapi tetap berjalan ke tepi pantai akibat gelombang besar. Karena itu, agar kapal dapat berjalan kembali, maka ikan sekitar 4 ton dibiarkan diambil warga. Meski demikian, sampai sore kemarin, kapal tetap belum bisa bergerak. Beberapa warga yang berebut ikan itu ada yang mendapat sekitar 1 kwintal ikan jenis lapan dan bilis. Namun yang datang belakangan ada yang hanya mendapat 20 kg, atau 10 kg. ''Lumayan, kami mendapat ikan untuk dijual besok (hari ini -Red),'' kata Narto, warga Panjang Wetan. Harus Diperbaiki Tomo menjelaskan, sebenarnya kapal itu berisi sekitar 5 ton ikan. Sekitar satu ton sudah dapat diangkut dengan kapal sopek. Sedangkan empat ton lainnya diperebutkan setelah kapal berposisi miring. Keruan saja, seluruh anak buah kapal yang berjumlah 21 orang turun ke pantai. Selain itu, jaring yang sudah disebar ditarik kembali. Ikan-ikan yang ada dalam jaring juga diperebutkan kepada warga yang berdatangan sejak pukul 13.00. Dia mengatakan, kapal itu sudah kemasukan air, sehingga mesin tak bisa dijalankan kembali. Menurut dia, kapal itu harus diperbaiki lebih dulu agar bisa berjalan lagi. Sampai sore kemarin, kapal tetap belum bisa diangkat. Para ABK masih menunggu pemilik kapal, Naryo, warga Weleri, Kendal. Mereka berharap pemilik kapal segera berusaha mengangkat kapalnya sehingga dapat digunakan kembali mencari ikan. ''Kandasnya kapal ini mengakibatkan kami mengalami kerugian tidak kurang dari Rp 5 juta dari ikan yang direbutkan,'' katanya. Tomo mengakui kapal itu menangkap ikan di perairan Batang-Pekalongan. Mereka berangkat dari Weleri hari Kamis sore dan tambat di Pelabuhan Batang. Dinihari sekitar pukul 03.00, kapal lepas dari Batang untuk mencari ikan. ''Memang saat itu ombak agar besar, tetapi kami memberanikan diri menjaring ikan. Ikannya pun cukup banyak. Akibatnya kapal kandas,'' katanya. (A15-29) | |||||