logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Menkimpraswil Diminta Tinjau Pendangkalan Bendung Dumpil

GROBOGAN - Menkimpraswil Ir Soenarno berencana melakukan kunjungan kerja untuk memantau dampak kekeringan di Grobogan. Menteri dijadwalkan didampingi sejumlah dirjen dan direktur di jajaran Kimpraswil. Rencananya Menteri datang di daerah itu setelah memantau kekeringan di Kabupaten Rembang dan Blora.

Namun kapan tanggalnya, pihak Pemkab belum dapat memastikan. Beberapa pejabat di Pemkab Grobogan mengatakan, ihwal kunjungan Menteri itu ke daerah ini setelah mendapat pemberitahuan dari jajaran Kimpraswil di Jakarta.

Sehubungan dengan kunjungan itu, warga Ngaringan mengusulkan kepada Pemkab supaya Menteri diajak meninjau pendangkalan Bendung Dumpil di Arap-arap. Dengan demikian Menteri mengetahui sendiri kalau bendung tersebut belum berfungsi optimal seperti yang direncanakan pada 1989.

Sebab, sampai 2003 bendung itu baru mampu mengairi ratusan hektare sawah di Ngaringan. Padahal dulu direncanakan, bendung dan jaringannya yang menghabiskan Rp 77 miliar mampu mengairi belasan ribu hektare di daerah Kecamatan Ngaringan, Pulokulon, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan dan Brati.

Maryadi (40), petani Ngaringan menuturkan, jaringan irigasi Dumpil di Wirosari, Tawangharjo, Grobogan dan Brati banyak yang rusak.

Sejak diresmikan bersamaan dengan berfungsinya Waduk Kedungombo beberapa tahun lalu, jaringan itu belum pernah berfungsi. Sebab, air yang dibendung di Dumpil tak mampu disalurkan sampai hilir.

Kesalahan Teknis

Diduga terjadi kesalahan teknis dalam menghitung kemampuan Bendung Dumpil dalam menangkap air hujan ataupun membendung air Sungai Lusi dari hulu di Dusun Dumpil Desa Arap-arap. Air yang ditampung tak mampu didistribusikan ke beberapa daerah kecamatan di bagian hilir.

''Kalau Pak Menteri diajak ke bendung itu, pasti akan ada upaya untuk memperbaiki. Sebab, Kimpraswil salah satu tugasnya adalah untuk itu. Sangat disayangkan bila bangunan yang menelan dana besar itu dibiarkan merana,'' kata Maryadi.

Direktur PDAM Grobogan Ir Mulyadi SP menambahkan, Menkimpraswil ke Grobogan untuk meninjau jaringan air bersih di sekitar makam Lembu Peteng Desa Tarup Kecamatan Tawangharjo dan sumur pantek dari bantuan jajaran Kimpaswil.

Bersamaan dengan penyerahan 3 kendaraan air bersih ke Grobogan 19 Agustus lalu di Rembang, Menteri juga membantu 10 unit bangunan sumur pantek.

Tiga di antaranya telah dipasang di Desa Truko Kecamatan Pulokulon, Desa Kalirejo Kecamatan Wirosari dan Desa Banjarsari Kecamatan Kradenan. Tujuh yang lain didrop bersama kunjungan Menkimpaswil ke Grobogan. (A23-73k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA