
| Sabtu, 20 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Banjirkanal Timur Dangkal dan Penuh SampahSEMARANG- Kondisi Sungai Banjirkanal Timur kian memprihatinkan. Jika dipandang dari atas Jembatan Kaligawe, di tengah sungai terlihat gundukan tanah. Pendangkalan juga terlihat dari atas Jembatan Jalan Soekarno-Hatta. Selain gundukan, berbagai macam sampah mengotori sungai itu. Camat Gayamsari Bimbong Yogatama mengatakan, sampah-sampah itu sebagian berasal dari para pemulung. Mereka ada yang tinggal di bawah jembatan di sisi barat sungai itu. Tempat itu mereka jadikan pengkalan sekaligus tempat menyortir sampah. Barang-barang yang sudah tidak terpakai kemudian dibuang ke sungai. ''Saya pernah melihat mereka membuang sampah seenaknya ke sungai,'' kata dia. Saat itu dia berteriak-teriak minta hal itu tidak dilakukan. Permintaan serupa juga disampaikannya kepada para pemulung di kolong jembatan di sisi timur sungai. Dia mengatakan, untuk membersihkan sampah di bantaran sungai, pihaknya sudah beberapa kali melakukan gerakan kebersihan. Kegiatan semacam itu, Jumat (19/9), kembali dilakukan di sebelah selatan jembatan Jalan Majapahit. Hasil studi Water Front City yang dilakulan Bappeda Kota Semarang menunjukkan, Banjirkanal Timur berhulu di daerah Klipang, yaitu di Bendung Pucanggading dan mendapat aliran utama dari Kali Babon. Sungai itu memiliki beberapa anak sungai, yaitu Kali Candi, Kali Gajahmungkur, Kali Tandang, Kali Kedungmundu, dan Kali Pedurungan. Sungai itu menjelang akhir tahun 2001 melimpas dan air menggenangi beberapa wilayah, antara Kampung Tambak Dalam dan Sawah Besar serta Pasar Waru di Kelurahan Kaligawe. Anggota Komisi D DPRD Kota Budi Saptono mengatakan, dia menerima informasi bahwa Pemprov Jateng akan menormalisasi sungai itu. Menurut dia, normalisasi jangan hanya dilakukan pada bagian muara, tetapi juga pada bagian-bagian lain sungai itu yang juga mengalami pendangkalan. ''Saya berharap musim hujan nanti kondisi sungai itu sudah aman,'' kata dia. (G6-63c) |