
| Sabtu, 20 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Kembangkan Saja di SimpanglimaSEMARANG- Mantan ketua Alumni STM Pembangunan Semarang, Drs Lilik Sunaryo, Jumat (19/9), mengungkapkan rasa penyesalannya terhadap usulan Pemerintah Kota untuk me-ruilslag bekas almamaternya. Menurut dia, SMK 7 yang sejak dulu menjadi pilihan pelajar di Semarang untuk memperoleh pendidikan siap kerja seharusnya terus dikembangkan. Dia tak habis pikir mengapa sekolah yang telah menciptakan orang-orang berhasil di masyarakat itu harus disingkirkan untuk kepentingan bisnis. ''Kalau ingin mengembangkan sekolah, seperti SMK 7 sekarang ini, jangan dipindahkan dulu. Iya, kalau nanti bisa maju, kalau tidak, siapa yang bertanggungjawab?'' kata dia. Kalau memang sekolah tersebut dikembangkan, kembangkan saja di lokasi Simpanglima. Tidak harus menunggu direlokasi dulu. Lilik, yang kini menjadi salah seorang staf di Universitas Negeri Semarang (Unnes), merupakan lulusan STM Pembangunan (yang kini bernama SMK 7) tahun 1976. Pada saat itu, kata dia, STM tersebut telah menjadi sekolah unggulan. ''Tidak mengherankan dari waktu ke waktu dan dari tahun ke tahun STM Pembangunan terus mengalami kemajuan,'' tuturnya. Lilik menuturkan, beberapa Alumni SMK 7 saat ini termasuk orang sukses, mereka antara lain Mantan Kepala Sekolah yang saat ini menjadi Staf Ahli Pendidikan Dasar dan Menenggah Departemen Pendidikan Nasional Ir Bagiono Jokosumbogo, Kepala Kanwil Telekomunikasi di Bandung, namun tidak teringat namanya, juga Asisten Manager Indosat, dan seorang Asisten Manager PT Astra. Lilik juga mengungkapkan, sebagai salah satu dari beberapa sekolah yang berada di tengah kota, tidak heran jika SMK 7 menjadi sekolah favorit. Di samping itu, fasilitas dan peralatan yang dimiliki sekolah telah memadai dan dianggap lengkap untuk sebuah sekolah kejuruan. Dia juga membandingkan Semarang dengan kota besar dunia yang selama ini menjadi City Sister-nya. Yakni, kota Brisbane, Austaralia. Menurutnya, Brisbane masih memadukan bisnis dan pendidikan di tengah kotanya. ''Mengapa Semarang tidak mau mencontoh City Sister-nya? Padahal, jika konsep tersebut dapat dipadukan, bukan tidak mungkin Semarang akan terkenal sebagaimana Brisbane,'' tuturnya. Lilik sangat berharap agar Wali Kota dapat menghentikan polemik yang membuat resah sekolah. ''Saya berharap usulan ruilslag tersebut hanya menjadi wacana tanpa perlu direalisasikan,'' tandasnya.(H2-63) |