logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Ruilslag Berarti Bubarkan SMK 7

  • Sudah Lama Ditolak Para Guru

SEMARANG- Ruilslag sekolah dengan alasan untuk melengkapi sarana belajar, bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah pendidikan. Pada dasarnya usulan ruilslag SMK 7 adalah sama dengan membubarkan sekolah.

Demikian tanggapan para guru SMK 7 terhadap rencana ruilslag sekolah itu yang disampaikan kepada PR I Unnes Prof Dr H Mungin Eddy Wibowo MPd untuk kali kedua, Jumat (19/9).

Menurut Mungin, banyak pertimbangan para guru SMK 7 dalam menanggapi rencana Pemerintah Kota tersebut yang disampaikan kepadanya, termasuk permasalahan-permasalahan baru yang akan muncul setelah proses relokasi.

Mungin mengungkapkan, relokasi SLTP 1 dari Jalan Pemuda ke Jalan Ronggolawe dulu juga menimbulkan permasalahan baru. Bahkan, untuk membangun citra SLTP 1 yang dulu sangat terkenal dan menjadi favorit siswa, memerlukan waktu lama.

''Ada satu hal yang membuat saya merasa simpatik terhadap mereka. Pertimbangan mereka yang berisi penolakan ruilslag tersebut sudah disepakati beberapa tahun lalu. Termasuk, ketidakrelaan para guru apabila lokasi sekolah mereka yang sudah digunakan puluhan tahun harus diubah menjadi kawasan bisnis,'' tuturnya.

Seperti diketahui, papar Mungin, rencana ruilslag yang telah bergulir sejak 1996 tersebut selalu muncul setiap kali ada pejabat baru di lingkungan birokrasi pemerintahan ataupun institusi pendidikan.

Sayang, lanjut dia, orang-orang yang berada di posisi tersebut adalah orang yang tidak memahami sepenuhnya tentang dunia pendidikan.

Belum Sepenuhnya

Akhirnya, hal tersebut sangat memengaruhi kebijakan-kebijakan yang hanya untuk kepentingan sesaat.

Mungin juga menyayangkan belum sepenuhnya lembaga-lembaga yang ada di tingkat instansi ataupun birokrasi, serta lembaga perwakilan rakyat turun langsung ikut menyelesaikan permasalahan ini.

''Jika konflik ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak ada penyelesaiannya, akan mengakibatkan keresahan dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Pada akhirnya guru dan siswa yang akan menanggung akibatnya''.

Kalau memang sejak beberapa tahun lalu pihak sekolah sudah tidak sepakat atas usulan ruilslag tersebut, kata dia, mestinya hal itu sudah tidak harus diungkit-ungkit lagi. (H2-63k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA