logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Internasional  
Line

Capuchin Tak Senang Dibohongi

LONDON - Bicara soal permainan yang jujur dan adil, monyet-monyet jenis capuchin tidak main-main. Mereka akan menuntut bagian makanan atau hadiah yang setara, untuk setiap pekerjaan yang mereka lakukan!

''Mereka akan menyeringai dengan ekspresi tidak senang, jika dibohongi,'' kata para periset Amerika Serikat, beberapa hari lalu.

''Untuk kali pertama inilah rasa keadilan ditemukan pada makhluk bukan manusia, paling tidak sepengetahuan kami,'' kata Sarah Brosnan, seorang periset di Yerkes National Primate Research Center, Emory University, di Atlanta, Negara Bagian Georgia, dalam wawancara dengan Reuters.

Dia dan koleganya, Frans de Waal, menemukan adanya rasa keadilan di kalangan capuchin itu lewat studi atas sejumlah primata mungil berwarna coklat tersebut, yang hidup di hutan-hutan Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Dalam studi itu, mereka memberikan kera-kera tersebut - yang sudah saling kenal dengan baik - ''pekerjaan''. Para capuchin itu kemudian menerima makanan, sebagai imbalan atas tugas yang diberikan kepada mereka.

Namun, para periset itu sengaja memberikan imbalan makanan yang tidak sama pada setiap capuchin, padahal pekerjaan yang diberikan sama beratnya.

''Kami melihat, para capuchin saling membandingkan hadiah yang mereka terima dari kami. Ketika di antara mereka merasa imbalan yang diterima tidak sama besar dengan imbalan yang diterima sebagian yang lain, capuchin yang merasa dianaktirikan itu menolak menerima makanan,'' kata Brosnan.

Cara menolak yang lazim diperlihatkan adalah membuang ke tanah makanan yang mereka terima, sambil menyeringai dengan ekspresi yang jelas-jelas mencerminkan rasa tidak senang.

Sama dengan Manusia

''Reaksi seperti itu sama dengan reaksi manusia. Pada manusia, ada kesan bahwa rasa keadilan adalah faktor yang membuat kerja sama berjalan dengan baik.'' tambah Brosnan.

Dia menduga, binatang-binatang lain juga punya perasaan seperti itu. Tetapi, mereka sengaja memilih capuchin, karena mereka sudah mengetahui betul - lewat berbagai studi di lapangan - bahwa hewan tersebut merupakan spesies yang kooperatif dan punya masyarakat yang toleran.

''Mereka punya harapan yang masuk akal, bahwa mereka akan mendapatkan hadiah makanan kalau suatu lahan makanan ditemukan kelompoknya, atau jika mereka ikut dalam suatu perburuan untuk mendapatkan makanan itu,'' kata periset AS tersebut, seperti dikutip Reuters.

Dia yakin penemuan tersebut, yang dilaporkan dalam majalah sains Nature edisi terbaru, memberikan jawaban atas pertanyaan ''apakah rasa keadilan didapatkan dari pelajaran dalam hidup, ataukah suatu perilaku yang berkembang''.

Menurutnya, penemuan pada monyet-monyet capuchin itu menunjukkan bahwa rasa keadilan merupakan perilaku yang berkembang. ''Jelas sekali, ia perilaku yang sangat bermanfaat,'' katanya.

Para ilmuwan Amerika itu sekarang sedang melakukan studi pada kera jenis simpanse, untuk mengetahui apakah ada reaksi yang sama dalam hal permainan yang adil pada primata Afrika tersebut. (ed-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA