
| Sabtu, 20 September 2003 | Internasional |
Operasi Besar Suu Kyi SuksesYANGON - Ikon oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, sukses menjalani operasi ''besar'' di Yangon, Jumat kemarin, kata dokter pribadinya. Suu Kyi telah ditahan di suatu tempat rahasia oleh pemerintah militer Myanmar selama lebih dari tiga bulan. ''Keadaannya 100 persen baik,'' kata Tin Myo Win kepada wartawan di Asia Royal Hospital setelah operasi tiga jam. ''Itu operasi besar. Dia (Suu Kyi) telah siuman dan bisa berbicara,'' jelasnya. Dia menolak mengatakan untuk apa operasi itu karena etika medis. Dia juga tidak menyebutkan berapa lama Suu Kyi diperkirakan berada di rumah sakit. Diplomat dari Amerika, Inggris, dan Italia tiba di rumah sakit tersebut dengan membawa bunga untuk Suu Kyi (58), yang juga dilaporkan menjalani operasi pada rahimnya Kamis lalu. Berita menyebar bahwa ketua Liga Nasional Demokrasi (NLD) itu dirawat di rumah sakit dan para pendukungnya mendirikan kemah di dalam rumah sakit yang dijaga ketat tersebut. Di lantai tempat Suu Kyi dirawat dan kamar bedah ditutup rapat oleh polisi berpakaian preman. Satu badan hak asasi Asia terkenal mendesak masyarakat internasional menekan para jenderal yang berkuasa di Myanmar agar membebaskan Suu Kyi setelah ditahan selama tiga setengah bulan. Perlu Tekanan Internasional ''Kenyataan bahwa dia kini dirawat di rumah sakit menegaskan perlunya tekanan internasional yang lebih besar bagi pembebasannya segera,'' kata Sunai Pasuk, ketua kelompok hak asasi, Asia Forum, di Bangkok. Peraih Nobel Perdamaian tahun 1991 itu ditahan di lokasi rahasia sejak bentrokan berdarah pada 30 Mei lalu antara para pendukungnya dan kelompok pro-pemerintah di Myanmar utara. Kontak terakhirnya dengan dunia luar adalah dua pekan lalu ketika Palang Merah mendapatinya dalam kondisi kesehatan baik dan mau makan setelah AS menyatakan dia mogok makan. Yangon menyatakan Suu Kyi ditahan untuk melindunginya dan menolak membebaskannya meski ada kecaman internasional dan sanksi-sanksi lebih keras yang diberlakukan AS dan Uni Eropa. Para pejabat NLD dan diplomat berspekulasi bahwa junta militer mungkin berusaha mengelak tekanan internasional dengan mengizinkan Suu Kyi menjalani pemulihan kesehatan di rumahnya di Yangon sebagai tahanan rumah, seperti yang dialaminya lebih dari separo dari 14 tahun terakhir. Para utusan khusus dari PBB dan Indonesia tengah menunggu izin untuk mengunjungi Myanmar guna memeriksa kondisi Suu Kyi dan mendesak bagi pembebasannya.(rtr-niek-46) |