logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Internasional  
Line

Otoritas Palestina dan Hamas Akhiri Sengketa

GAZA - Otoritas Palestina (OP) dan Hamas berhasil menyelesaikan suatu sengketa yang cukup pelik. Masalah tersebut berbuntut pada baku tembak antara pasukan keamanan Palestina dan anggota kelompok militan itu, kata seorang pejabat keamanan, kemarin.

Baku tembak pecah di Kota Gaza, Kamis lalu, setelah penangkapan tujuh anggota Hamas yang dicurigai telah menculik seorang petugas polisi. Petugas polisi tersebut diculik setelah kepolisian menahan seorang anggota senior Hamas.

Beberapa pejabat rumah sakit mengatakan, empat orang terluka dalam insiden itu. Para pendukung Hamas juga melemparkan batu ke pos polisi-pos polisi dan membakar ban di seantero Kota Gaza.

Berdasarkan kesepakatan untuk mengakhiri sengketa tersebut, Hamas melepas petugas yang diculik dan seorang anggota polisi lain yang ditahan kelompok militan itu Rabu lalu. Di lain pihak, Otoritas Palestina membebaskan tujuh anggota Hamas yang ditangkap, kata pejabat keamanan itu.

Otoritas Palestina juga berjanji membebaskan anggota senior Hamas tersebut.

Bentrokan tersebut menegaskan kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pejabat Otoritas Palestina, ketika mereka berada dalam tekanan internasional untuk melumpuhkan para militan. Pernyataan-pernyataan Otoritas Palestina dan para militan mengatakan bahwa mereka berusaha menghindari perselisihan di antara mereka.

Penunjukan Menteri

Dari Ramallah, Tepi Barat, Presiden Palestina Yasser Arafat dan perdana menterinya yang baru diangkat, Ahmad Korei, kemarin berencana memulai konsultasi mengenai penunjukan para anggota kabinet baru Palestina yang akan diambil dari semua faksi Palestina, termasuk Hamas.

Seorang pejabat Palestina mengatakan, kabinet itu, yang mereka harapkan dapat diajukan ke parlemen pekan depan, diperkirakan akan melibatkan pendukung Hamas, Mousa El-Zabout dan Salam Fayyad, menteri keuangan yang reformis yang merupakan orang yang disukai AS dan sudah menjadi anggota kabinet sebelumya.

Korei, yang ditunjuk sebagai calon PM setelah mantan PM Palestina Mahmud Abbas mengundurkan diri dalam suatu perebutan kekuasaan dengan Arafat, menekankan usaha unifikasi yang akan dilakukannya, dengan mengatakan bahwa dia akan berkonsultasi mengenai penunjukan anggota baru kabinet dengan semua faksi, di Gaza dan di mana saja.

''Saya menginginkan suatu pemerintah yang didukung oleh rakyat Palestina dan kepemimpinan Palestina,'' katanya seusai bertemu dengan faksi Fatah pimpinan Arafat.

Faksi itu menetapkan kriteria pemerintah baru dan menyerahkan penunjukan 24 menteri baru itu kepada Arafat dan Korei.

Sebagai hasilnya, Arafat, yang diharapkan AS dapat disingkirkan dari pemerintahan di Palestina, akan memainkan suatu peranan utama dalam pembentukan pemerintah baru mendatang.

Sementara itu, Majelis Umum PBB, kemarin, menerima permintaan negara-negara Arab agar mempertimbangkan veto AS terhadap resolusi Dewan Keamanan pekan ini. Resolusi tersebut dimaksudkan untuk menekan Israel agar mencabut ancaman ''menyingkirkan'' Presiden Palestina, Yasser Arafat.(rtr-ben-ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA