logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Internasional  
Line

Partai PM Tony Blair Kalah

LONDON - PM Inggris Tony Blair, kemarin, menderita kekalahan pemilihan parlemen pertama sejak dia memegang kekuasaan enam tahun lalu. Dia kehilangan satu kursi dalam suatu langkah mundur yang menunjukkan partainya menjadi korban politik akibat invasi ke Irak.

Daerah pemilihan multietnis Brent East, London utara, yang anggota parlemennya (Paul Daisley) meninggal awal tahun ini, seharusnya menjadi pendukung kuat Partai Buruh pimpinan Blair yang telah menguasai daerah itu selama bertahun-tahun.

Namun penghitungan suara kemarin pagi menunjukkan kemenangan Sarah Teather (29), wakil Partai Liberal Demokrat yang menentang invasi ke Irak. Dia menjadi anggota termuda parlemen dan menambah jumlah perwakilan partainya menjadi 54 di House of Commons (Parlemen) yang terdiri atas 659 kursi.

Sekalipun kekalahan tersebut bagi penguasaan mayoritas kursi Blair di House of Commons tidak berdampak besar, itu merupakan kali pertama Partai Buruh dikalahkan dalam pemilihan sejak Blair memangku jabatan.

''Kami mengalami kejadian buruk. Kami tidak menyangkal kekalahan itu,'' kata Nick Raynsford, salah seorang menteri di kabinet Blair.

Saling Tuduh

Kekalahan tersebut terjadi dalam suasana saling tuduh pascainvasi ke Irak, dengan jajak pendapat yang menunjukkan sebagian besar rakyat Inggris tidak lagi mempercayai Blair. Kekalahan itu juga terjadi menjelang konferensi tahunan Partai Buruh, ketika para aktivisnya marah karena protes mereka tentang invasi diabaikan.

Pendukung utama Partai Buruh biasanya adalah warga kota berhaluan kiri-tengah yang mengecam Blair ketika mengunjungi Brent.

Ketika datang untuk memberikan suaranya di Willesden Green Library, Mary Farrel, seorang pensiunan, mengatakan kepada Reuters: ''Kami pernah memberikan suara untuk Partai Buruh dan kami pernah memilih Tony Blair, dan tidak seorang pun senang dengan apa yang terjadi sekarang. Kami jijik dan muak. Kami sekarang ingin menyampaikan pesan kepadanya dan satu-satunya cara adalah dengan memberikan suara pada orang lain.''

Peringkat kepercayaan publik pada Blair merosot sejak invasi ke Irak. Sebagian besar rakyat Inggris sekarang meragukan dalih yang dia buat untuk menyerang Irak.

Skeptisisme makin memburuk sejak kasus bunuh diri pakar senjata pemerintah, David Kelly, yang mayatnya ditemukan dengan pergelangan tangan tersayat. Sebelum tewas, Kelly disebut-sebut sebagai narasumber sebuah laporan BBC yang mengatakan komunitas intelijen menganggap Blair telah merekayasa dalih untuk menginvasi Irak. Banyak pihak menyalahkan pemerintah atas kematian Kelly itu.

Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Charles Kennedy, mengatakan keraguan mengenai dalih untuk menginvasi Irak semakin besar. Charles adalah seorang penentang gigih invasi ke Irak, yang telah memposisikan partai ketiga terbesar yang berhaluan tengah itu untuk mengambil keuntungan dari ketidakpuasan kaum kiri terhadap Blair.

''Irak benar-benar menimbulkan banyak pertanyaan tentang kepercayaan dan motivasi,'' katanya kepada BBC. ''Hal itu mengakibatkan ketidakpercayaan mengenai Tony Blair secara pribadi dan pemerintahannya.''

Ian McCartney, Ketua Partai Buruh, mengatakan bahwa media juga disalahkan karena memusatkan perhatian pada Irak, sehingga mengalihkan para pemilih dari agenda dalam negeri Blair.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA