logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Ekonomi  
Line

Panja APBNP Sepakat Turunkan Subsidi BBM

JAKARTA- Panitia Kerja (Panja) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBPN) 2003 sepakat untuk menurunkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 1,5 triliun dan memasukkan dana tersebut ke dalam alokasi cadangan umum.

Penurunan subsidi tersebut dilakukan dengan melihat realisasi semester pertama, di mana konsumsi BBM mengalami penurunan. Di samping itu, banyak kalangan usaha melakukan langkah-langkah efisiensi. Dalam APBNP 2003, subsidi BBM tercatat lebih dari Rp 26 triliun.

Mengenai penurunan subsidi tersebut diungkapkan Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan (Depkeu) Darmin Nasution, saat ditemui wartawan di gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

"Untuk stok, memang jumlahnya tetap dan apakah ada penurunan harga, saya tidak tahu. Itu keputusan di level yang lebih tinggi. Yang bisa dipertimbangkan (di Panja) adalah subsidi ada Rp 1,5 triliun yang diturunkan dan kami setuju untuk dimasukkan ke cadangan umum dan tidak akan dipakai," papar Darmin.

Realisasi Konsumsi

Keputusan itu, menurut dia, dilakukan mengingat pada semester pertama 2003, realisasi konsumsi BBM di masyarakat ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan.

Dalam APBN 2003, konsumsi BBM direncanakan sebesar 60,3 juta kiloliter, sehingga semestinya untuk satu semester kebutuhan konsumsi BBM masyarakat kira-kira 30,15 juta kiloliter. Namun ternyata, realisasi konsumsi BBM untuk semester pertama 2003 hanya 28,6 juta kiloliter. Sementara, untuk semester kedua diperkirakan sekitar 30 juta kiloliter.

"Di sini jelas ada ruang. Kalau bisa diteruskan upaya-upaya yang telah terjadi di semester pertama, maka kemungkinan di semester kedua belum tentu banyak penggunaannya. Cuma nantinya ada Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Jadi kita sendiri tidak berani mengatakan ada penurunan (konsumsi) BBM," ujar Darmin.

Pemerintah sendiri, lanjut dia, pada semester kedua tidak akan mengimpor BBM. Yang akan dilakukan adalah memperbaiki manajemen, sehingga stok BBM bisa lebih diefisienkan sehingga stoknya tidak berlebihan.

Sebelumnya, Panja sendiri sudah sepakat untuk menurunkan subsidi tarif dasar listrik (TDL) sebesar Rp 746 miliar. Penurunan subsidi tersebut tidak ada kaitannya dengan kenaikan TDL pada Oktober mendatang. "Tidak ada hubungan. Tanpa kenaikan pun memang sudah sebesar itu angkanya," demikian Darmin Nasution.(dtc-82)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA