logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Ekonomi  
Line

Hingga Akhir Tahun Penguatan Rupiah Akan Tertahan

SEMARANG- Penguatan rupiah dalam beberapa bulan terakhir, pada akhir tahun ini diperkirakan akan mendapat tekanan. Faktornya, dana masyarakat dari deposito dan forex yang sebelumnya dialihkan ke reksadana akan dicairkan. Jumlah dana deposito yang beralih ke reksadana saat ini diperkirakan mencapai Rp 80 triliun.

"Kondisi demikian membuat permintaan dolar AS di pasar akan naik sehingga berimbas pada penipisan stok, sedangkan penguatan rupiah akan tertahan," ungkap Luigi Irwan Suryadi, Head of Treasury Marketing Permata Bank, di sela-sela kegiatan focus group discussion Permata Bank Semarang, di Hotel Graha Santika, kemarin.

Luigi menandaskan, tertahannya penguatan rupiah lebih jauh juga disebabkan oleh keharusan pemerintah membayar hutang yang jatuh tempo akhir tahun ini. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia masih melakukan kewajiban penyelesaian pembayaran utang yang biasanya jatuh tempo pada setiap akhir tahun.

Akibatnya, kata dia, pasokan dolar AS akan tersedot, persediaan menipis dan mata uang negeri Paman Sam itu akan menguat, sedangkan rupiah akan merosot. "Namun kami yakin, penurunan rupiah tidak akan terlalu drastis atau masih di bawah Rp 9.000 per dolar AS. Soalnya, pemerintah sudah melakukan berbagai macam antisipasi terhadap kemungkinan ini," jelasnya.

Ia mengingatkan, di balik penguatan rupiah, yang perlu dicermati adalah para investor menanamkan modal hampir sebagian besar dalam bentuk portofolio saham atau dalam bentuk deposito. Arus modal dalam bentuk ini memiliki turn over tinggi. Karena itu, sangat mungkin bila para investor tiba-tiba menarik kembali modal mereka karena alasan tertentu. "Justru itu, akhirnya rupiah bisa kembali melemah."

Kecuali, sambung dia, jika para investor menanamkan modal dalam jangka panjang dalam bentuk investasi fisik dan riil, seperti pembangunan pabrik dan gedung-gedung. Dalam jangka pendek, investor tidak mungkin menarik kembali modal mereka. "Karena itu, peluang sekarang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar mampu menggiring para investor menanamkan modal dalam jangka panjang. Dengan demikian, penguatan rupiah bisa diharapkan menuju titik stabil," jelasnya.

Sementara itu, Head of Commercial & Forex Permata Bank Semarang Agnita Utami menjelaskan, focus group discussion dimaksudkan agar nasabah lebih mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya fluktuasi rate dan bagaimana mengantisipasi kemungkinan kerugian akibat fluktuasi rate. "Dengan harapan, nasabah mengerti dan memahami jenis transaksi treasury di perbankan pada umumnya." (G2-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA