
| Sabtu, 20 September 2003 | Ekonomi |
Presiden: Pengusaha Jangan Mengharap Perlakuan IstimewaJAKARTA- Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada para pengusaha Indonesia agar tidak bermanja-manja dan mengharapkan perlakuan istimewa dari pemerintah, namun harus mampu bersaing secara sehat. Hal tersebut dikemukakan Presiden Megawati ketika menerima pengurus Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Istana Negara Jakarta, Jumat (19/9). "Pengusaha jangan bermanja-manja lagi. Karena sudah 30 tahun pengusaha dimanjakan dengan berbagai pelindungan dari Pemerintah," kata Megawati seperti dikutip ketua KPPU Sutrisno Iwantono seusai pertemuan tersebut. Menurut Presiden, hanya dengan persaingan yang sehat negara ini dapat membangun kembali perekonomiannya. Oleh sebab itu, Presiden meminta hukum-hukum yang berkaitan dengan persaingan usaha dapat ditegakkan. Presiden, seperti dikutip Sutrisno, juga menekankan perlunya sinkronisasi di antara aparat penegak hukum dan undang-undang yang mengaturnya, berkaitan dengan penyelesaian kasus persaingan usaha. Sutrisno mengakui pada beberapa kasus tampak perlu juga suatu sinkronisasi dan koordinasi yang baik di antara aparat penegak hukum. "Misalnya ketika keputusan KPPU ditantang dengan penolakan dalam bentuk pengajuan ke Pengadilan Negeri. Dan juga kaitannya dengan kepolisian ketika orang yang dipanggil KPPU menolak, perlu diatur bagaimana prosedurnya," katanya. Dalam pertemuan dengan Presiden, KPPU melaporkan tentang sejumlah kasus yang telah diselesaikan sejak lembaga tersebut dibentuk tiga tahun lalu. Dari 108 kasus yang masuk, 15 kasus sudah diselesaikan, sementara lima kasus dalam proses penyelesaian. Di antaranya kasus persaingan pengangkutan barang rute Jakarta-Surabaya yang melibatkan tujuh perusahaan, dan angkutan peti kemas Jakarta-Pontianak.(ant-82) |