
| Sabtu, 20 September 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Festival Baturraden 2003Memperebutkan Piala Bergilir Setinggi 1,6 MeterBATURRADEN - Masyarakat Pariwisata Baturraden bergotong-royong mengangkat citra objek wisata di lereng Gunung Slamet itu. Gelar tradisi suran telah usai. Kini mereka mengadakan Festival Baturraden 2003 dan menyediakan piala bergilir Bupati Banyumas setinggi 1,6 meter. ''Piala itu sumbangan PT Perhutani Alam Wisata yang kini giat menggalakkan objek wisata alam kawasan hutan,'' ungkap Djatmiko SH MSi selaku ketua paguyuban, kemarin. Sikap kegotongroyongan itu, kata dia, diwujudkan dalam bentuk tujuh tumpeng sumbangan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Palawi, PHRI, pedagang asongan, tukang pijat tradisional, dan warga RT 6 Grumbul Baturraden, Desa Karangmangu. ''Kami akan membuka festival pada Minggu besok di Pendapa Mandala Wisata dekat gerbang masuk kawasan wisata Baturraden.'' Dua Hari Djatmiko mengatakan, festival digelar dua hari, 27-28 September 2003, dengan kesenian antara lain hadroh, kuda lumping, dan kenthongan. Festival hadroh dilaksanakan di Lokawisata Baturraden, kuda lumping di wanawisata, sedangkan peserta festival kenthongan diberangkatkan dari Pondok Slamet dan berakhir di bumi perkemahan. Untuk itu, panitia menyediakan hadiah Rp 1,5 juta bagi juara pertama kenthongan sedangkan juara pertama hadroh dan kuda lumping Rp 750.000. Djatmiko mengatakan, kegiatan festival dan tradisi suran akan dijadikan event rutin dan melibatkan seluruh elemen di kawasan objek wisata Baturraden. Ketua PHRI Baturraden Joeniarti Kaboel secara terpisah menjelaskan, keinginan menghidupkan Baturraden selama 24 jam memang belum terwujud. Namun, upaya itu terus dilakukan bekerja sama dengan Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB). ''Saat ini sedang dirintis mengadakan event ala "Tembang Kenangan" yang diadakan setiap Sabtu malam di Prima Resort.'' (P52-81e) |