
| Sabtu, 20 September 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Enam Pelajar SLTP Dibawa ke MapolrestaTEGAL - Diduga karena tim kesayangannya kalah dalam pertandingan bola voli, puluhan pelajar SLTP 6 Kota Tegal, Jumat (19/9) siang, menggeruduk SLTP 3. Namun, sebelum sampai lokasi mereka dipergoki anggota Polresta Tegal yang tengah berpatroli. Dalam sepekan ini aksi yang menjurus tawur antarpelajar terjadi empat kali. Namun, berkat kesigapan polisi, tindakan mereka bisa dicegah dan tidak sampai ada korban. Ketika polisi turun, puluhan pelajar langsung berhamburan kabur. Namun, enam pelajar SLTP 6 tak bisa berkutik. Mereka yang tertangkap langsung dibawa ke Mapolresta. Sesampai di halaman Mapolresta, para pelajar itu diminta membuka baju seragam pramuka mereka. Tas sekolah yang mereka bawa juga digeledah, tapi polisi tidak menemukan benda tajam yang membahayakan. Setelah bertelanjang dada, keenam pelajar yang berusia 14 tahun itu diminta melakukan squat jump 10 kali. Setelah baju dikenakan lagi, mereka kemudian dibawa ke ruang Satuan Bina Mitra untuk dibina oleh anggota Satuan Bina Mitra atas perintah Kapolresta AKBP Drs Darwin Butar Butar. Pada Jumat pagi kedua sekolah melakukan pertandingan bola voli di lapangan di Jl Yos Sudarso. Dalam pertandingan itu pendukung kedua sekolah saling memberi semangat kepada tim masing-masing dan kadang-kadang saling mengejek. Pertandingan itu dimenangi oleh SLTP 3. Seusai pertandingan sejumlah pelajar SLTP 6 yang kesal terhadap lawan mereka berusaha membalas kekecewaan itu dengan tindakan di luar lapangan. Namun, sebelum beraksi mereka dipergoki polisi. Sebagian pelajar pun langsung melarikan diri saat melihat polisi datang. Ketika mendapat pembinaan, mereka tidak mengaku akan tawur dengan pelajar SLTP 3. Namun, mereka mengakui baru menonton pertandingan olahraga. Para pelajar itu kemudian diminta tidak mengulangi perbuatan mereka. (G23-20e) |