logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

180 Peserta Ikuti MTQ Pelajar Se-Jateng

TEGAL - Kurang lebih 180 peserta akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar Tingkat Jateng di Kota Tegal, 21 - 23 September 2003. Mereka terdiri atas pelajar taman kanak-kanak hingga SMU/SMK. Rangkaian acara akan diawali bazar yang dibuka Sabtu (20/9) ini.

Pembukaan oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto, di Alun-alun, Minggu malam (21/9) pukul 19.00. Akan digelar pertunjukan kolosal berupa Opera Gajah yang disutradari Ki Enthus Susmono.

Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Sumito SIP yang juga panitia seksi publikasi dan dokumentasi MTQ kemarin menuturkan, sebelum pembukaan, sore akan diadakan pawai taaruf mulai dari DPRD sampai alun-alun. Para kafilah dari enam rayon (setiap rayon mengikutkan 30 peserta) akan mengikuti pawai ini.

Menurut Sumito, peserta akan diinapkan di beberapa tempat, antara lain di Diklat Transjaya dan Asrama Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUMPM). Dia menyatakan gembira karena panggung raksasa sudah berdiri dan Rabu (17/9) malam dan kemarin pagi alun-alun diguyur hujan.

Enthus Siap

''Mudah-mudahan hujan kemarin pagi menandai berakhirnya kemarau panjang. Kami juga berharap ini menjadi kekuatan kami untuk menunaikan tugas berat dalam mengisi pembukaan MTQ,'' ujar Enthus.

Dalang kondang ini berharap demikian, sebab berkat hujan, debu di alun-alun akan sirna. Para pemain yang berjumlah sekitar 120 orang, yang terdiri atas anak sekolah dan seniman anggota Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT) dan Dewan Kesenian Kabupaten Tegal akan lebih berkonsentrasi karena tak harus menutup hidung untuk menutup "serangan" debu.

Dia mengakui, pergelaran yang dipersembahkan demi nama baik Tegal itu menjadi ujian tersendiri bagi dia. Sebab, dia harus nomboki dengan uang pribadi sampai Rp 10 juta, karena dana pengajuan Rp 60 juta sampai kemarin belum ada tanda-tanda akan cair. Dia sempat bingung karena dana itu di antaranya untuk membuat kostum. Padahal, pentas akan diadakan Minggu (21/9) nanti. ''Ya, kalau terpaksa pemain membuat kostum seadanya dengan uang sendiri dulu. Kalau ternyata di antara mereka ada yang tak mampu, ya dipersilakan main dengan memakai celana dalam,'' kelakarnya.

Menurut Enthus, Opera Gajah bercerita tentang kepongahan Raja Abrahah yang akan melumatkan bangunan Kakbah dengan mengerahkan pasukan gajah.

Namun di tengah jalan, Allah SWT menurunkan pasukan burung Ababil yang mampu memorak-porandakan pasukan yang lebih besar itu. Kakbah akhirnya terselamatkan.

Ketua DKT Sisdiono Ahmad mengaku bangga, meski anggaran seret, pemain tetap antusias berlatih.

Dia berterima kasih kepada Wali Kota, karena dia berjanji akan mencarikan jalan keluar seandainya dana tetap belum turun hingga hari H pementasan. (aj-20c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA