logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 September 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Penahan Gelombang di Pantaisari Muspra

  • Pemagaran Perlu Dipertimbangkan

PEKALONGAN - Sejumlah anggota DPRD berharap perlu pertimbangan lebih lanjut untuk membangun pagar di Pantaisari. Sebab, secara teknis kekuatan pagar itu masih diragukan karena berada di pantai.

''Jangan sampai pagar itu hancur kena gelombang air laut saat rob,'' kata wakil ketua DPRD dari PPP, H Mahmud Masjkur, menanggapi pemagaran di Pantaisari, kemarin.

Mahmud mengaku sudah beberapa ratus juta dana pembangunan penahan gelombang muspra karena bangunannya hancur diterjang ombak. Karena itu, teknik pembuatan pagar harus direncanakan secara matang sehingga bangunan itu tidak hancur dalam waktu singkat. ''Namun berkait dengan pemagaran itu, saya mendukung untuk meningkatkan pendapatan Pasir Kencana,'' katanya.

Setelah pantai dipagar, kata dia, masyarakat yang semula mandi gratis di pantai nanti harus masuk ke pantai melalui pintu gerbang Pasir Kencana dengan membayar retribusi.

Namun ketika ditanyakan tentang fasilitas tempat wisata itu, Mahmud mengakui, Pasir Kencana masih kurang diminati masyarakat karena fasilitasnya kurang menarik. Karena itu, Kantor Pariwisata harus mencari daya tarik agar masyarakat mau membayar retribusi melalui pintu gerbang.

Tentang rencana pembangunan fasilitas di tempat wisata itu, Mahmud mengaku belum melihat ada rencana itu. ''Mudah-mudahan segera dibangun fasilitas menarik sehingga dapat menyedot pengunjung,'' katanya.

Tahan 10 Tahun

Wakil Ketua DPRD dari FTNI Imam Budiyono berharap pembangunan pagar di pantai itu tidak asal bangun sehingga tidak tahan lama. ''Kalau bisa, bangunan itu direncanakan tahan sampai 10 tahun dan jangan sampai setiap tahun rusak kemudian dibangun lagi,'' katanya.

Adapun Firga yang mengaku aktivis LSM Bina Lestari Lingkungan berpendapat, alasan Pemkot membangun pagar untuk meningkatkan pendapatan tidak realistis. Sebab, anggaran pemagaran itu Rp 194 juta.

''Saya yakin, dengan dilakukan pemagaran, tidak mungkin retribusi di Pasir Kencana langsung meningkat sebesar anggaran yang dikeluarkan. Padahal, bangunan itu diyakini tidak akan tahan lama karena lokasinya di pantai. Kalau diterjang rob, habislah bangunan itu. Alangkah baik jika anggaran itu untuk membuat penahan gelombang di sebelah baratnya lagi yang kini hancur,'' katanya.

Berkait dengan pemagaran itu, dia menganggap Pemkot terlalu memaksakan diri untuk memiliki wisata pantai tapi tidak mau mengembangkan dengan membangun fasilitas yang memadai. Karena itu, wajar jika muncul keberatan dari warga.

Seperti diberitakan kemarin, sejumlah warga di Kota Pekalongan menyatakan keberatan atas pembangunan pagar di sebelah barat Pasir Kencana.

Alasan mereka, pembangunan pagar setinggi dua meter itu akan menutup akses masyarakat, teruatama anak-anak, untuk mandi di pantai laut secara gratis. Karena itu, beberapa warga minta pembangunan pagar dihentikan.

Pagar itu dikerjakan CV Mahkota, Medono dengan dana APBD Rp 194,58 juta. Rencananya, pagar itu dibangun sepanjang 300 meter. (A15-20c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA