
| Selasa, 16 September 2003 | Surat Pembaca |
Urun Rembuk Kasus Lampu Sein
Saya ikut prihatin dengan apa yang dialami Bapak Andreas Adityo Broto S tentang kasus kaca riting warna putih. Saya mencoba berbagi informasi dasar peraturan tersebut yaitu UU Lalin dan Angkutan Jalan (UU No 14 Th 1992) sebagai berikut: Pasal 29 ayat 1c menyebutkan lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang kendaraan. Pasal 32 ayat (1): Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 huruf 1c, berjumlah genap dan mempunyai sinar kelap-kelip berwarna kuning tua dan dapat dilihat pada waktu siang atau malam hari oleh pemakai jalan lainnya. Nah jika memenuhi semua kriteria tersebut seharusnya tidak ditilang. Karena walaupun mikanya berwarna putih, toh saat berkedip warnanya kuning juga. Semoga informasi ini bermanfaat dan mari kita sosialisasikan sehingga kasus serupa tidak terulang. Y Sancahyohadi
***
Di Mana Servis Toshiba
Perusahaan kami bergerak di bidang industri ekspor yang sudah bertahun-tahun menggunakan mesin fax merek Toshiba tipe TFP68. Mesin tersebut kualitasnya baik dan praktis menggunakannya. Namun saat ini rusak dan kami mencoba mencari informasi servis di Semarang tapi belum ketemu. Barangkali ada perwakilan/service centre yang bisa kami hubungi, mohon informasinya. Andang Wahyu T
***
Kado Khusus untuk Camat dan Guru Bantu
Sebagai rasa solidaritas guru tentu sangat gembira dan ikut bersyukur, sebab sebanyak 3.863 guru bantu di Kabupaten Cilacap mendapatkan kegembiraan dengan diberinya kado khusus berupa uang Rp 50.000. Apalagi diberikan pada puncak acara HUT Ke-58 Kemerdekaan RI di alun-alun Cilacap. Lebih lagi diberikan langsung dari Bapak Bupati sehingga terasa begitu terhormatnya. Dasar guru, mereka pasti sangat gembira dan bersyukur. Meski barangkali masih ada yang meri dengan kadonya Pak Camat yang berupa mobil Suzuki Carry GRV keluaran terbaru sekalipun mobil untuk dinas. Para guru umumnya juga ngiler kok, memangnya yang perlu mobil dinas hanya Pak Camat saja. Sekolah pun perlu mendapatkan perhatian. Sebagai contoh Pak Lurah saja dapat motor plat merah. Guru pun kadang juga perlu dinas ke luar, rapat atau mengantar murid sakit. Sayang kalau untuk pendidikan kok mesti eman-eman. Meski alasannya jumlah sekolahan akeh. Mohon direnungkan. Atik Titi
***
Butuh Tenaga Murah ?
Saya tenaga keamanan (Satpam) pada sebuah distributor di Semarang dengan seorang istri dan dua anak. Dengan gaji saat ini kehidupannya lebih dari cukup menurut ukuran saya. Namun dengan makin mahalnya biaya pendidikan kerap timbul rasa pesimistis yang sangat berlebihan apakah saya bisa menyekolahkan anak. Untuk itu saya menawarkan diri kepada dermawan yang berkenan mempekerjakan saya sebagai tenaga pembimbing putra-putri bapak yang masih duduk di bangku TK agar bisa membaca, menulis dan berhitung untuk persiapan masuk SD. Selain itu saya juga sanggup bekerja sebagai pesuruh atau tenaga pembersih/tukang kebun serta bisa membimbing membaca Alquran. Rohmad
***
Hati-hati bila Naik PO Gajah Mungkur
Tanggal 19 Agustus lalu, kami (2 wanita) dalam perjalanan dari Trenggalek ke Ponorogo dan melanjutkan perjalanan ke Solo. Sesampai di terminal Ponorogo kami ditawari awak bus PO Gajah Mungkur dengan promosi bus AC kelas VIP. Awak bus bilang akan berangkat pukul 10.00, walau ternyata baru pukul 11.00. Sebelum berangkat kru menarik tiket Rp 35.000/2 orang. Kira-kira 35 menit perjalanan, kami diberitahu kru bahwa bus akan ngetap oli dan pintu rusak, sehingga akan dipindahkan ke bus yang sama dengan fasilitas yang sama pula tanpa dipungut biaya tambahan. Kami menurut karena tidak berpikir bus sebagus itu akan mengecewakan penumpangnya (kami sering bepergian ke Jabar dengan PO Gajah Mungkur). Tiba-tiba bus berhenti, entah di daerah mana dan kami disuruh segera turun serta secepat kilat bus langsung tancap gas. Kami bingung, karena tidak tahu di daerah mana diturunkan (setelah bertanya ternyata di daerah Slogohimo Wonogiri). Tiba-tiba ada orang mendekat yang katanya kru bus PO Purwowidodo akan mengangkut kami. Kami heran apakah betul yang dikatakan kru bus PO Gajah Mungkur, akan mengganti bus dengan fasilitas yang sama. Sebab kenyataannya bukan servis VIP yang kami dapatkan, tapi sebaliknya. Sudah diturunkan di jalan, ditinggal pergi begitu saja dan menggantinya dengan bus lain (non-AC). Padahal kami sudah membayar sesuai tiket. Apa kesalahan kami sehingga ditelantarkan begitu. Kami yakin ini pasti bukan peraturan manajemen PO Gajah Mungkur. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa pun untuk berhati-hati memilih kendaraan bila bepergian jauh. Ida Roesdiana
***
KRD Cepu-Semarang Mohon Dihidupkan
KRD merupakan alat transportasi kebanggaan dan andalan bagi masyarakat di sekitar Cepu, Randublatung, Gambringan bahkan sampai Semarang. Di samping murah risiko perjalanan relatif kecil. Tetapi alat transportasi yang sudah mbalung sungsum itu tiba-tiba tidak beroperasi lagi sehingga sangat mengecewakan. Alasan penghapusan karena masih ada kereta frider yang berangkat dari Bojonegoro ke Semarang pukul 13.30. Memang betul, tetapi bagi pelanggan KRD misalnya pelajar, mahasiswa dan yang akan bepergian ataupun belanja, tidak ada artinya. Sebab kereta tersebut sampai di Semarang pukul 18.00. Kami hanya bisa berharap kepada Bapak-bapak yang berwenang agar KRD Cepu - Semarang pp dioperasionalkan lagi. Misal KRD tersebut tampil dengan wajah baru, tarif baru tetapi dengan jam operasi seperti dulu juga. Kehadiranmu kami tunggu-tunggu wahai KRD tercinta. Jasri SAg ***
Saya Cari Kerja di Wilayah Purwokerto
Melalui rubrik ini saya gadis umur 22 tahun membutuhkan/mencari pekerjaan untuk menyelesaikan belajar saya yang hampir selesai. Saya mencari tempat kerja di daerah Purwokerto di sekitar tempat belajar saya di Jl A Yani. Pekerjaan apa saja asalkan halal dan saya berharap bisa tidur di tempat saya bekerja. Seandainya secara kebetulan di antara para pembaca yang punya usaha konveksi, rumah makan, atau keterampilan tata boga saya akan sangat senang. Walau tidak punya keahlian di bidang itu tapi saya suka pekerjaan di bidang itu. Aku juga siap bekerja membantu pekerjaan rumah tangga atau menjaga anak-anak. Aku ingin bekerja di keluarga muslim dan saya tidak dilarang berjilbab. Tiap Sabtu dan Minggu pukul 07.30 sampai 14.00 siang hari aku diizinkan untuk kuliah. Jika ada pembaca yang membutuhkan silakan hubungi Redaksi Siti Al-darsan |