
| Selasa, 16 September 2003 | Olahraga |
Persibas Berniat Jadi Tuan Rumah LagiPURWOKERTO-Setelah keluar sebagai juara Grup V, Persibas Banyumas mengajukan diri sebagai tuan rumah putaran II atau babak 24 besar Liga Bogasari U-18 Piala Suratin 2003. ''Pengajuan itu sudah dikirim ke PSSI. Kami masih menunggu jawaban,'' kata Ketua Umum Persibas dr H Tri Waluyo Basuki, kemarin. Untuk penyelenggaraan putaran II itu, pihaknya meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat, terutama kepedulian Pemkab. Selama ini banyak pihak telah membantu tim oranye itu. Hal yang mengharukan, salah satu penyumbang adalah Perkumpulan Tukang Becak Karanglewas. Mereka membantu Rp 385.000. Sumbangan lainnya datang dari para pemborong, Rp 3,5 juta. Selain itu, datang pula bantuan dari Security Service Banyumas (SSB) Rp 500.000 dan Gubernur Jateng Rp 20 juta. Dalam penyelenggaraan putaran I Grup V, tuan rumah belum menerima kucuran dana dari PSSI dan Bogasari selaku sponsor. ''Ini ada apa?'' katanya. Kekurangan Dana Biaya untuk penyelenggaraan itu antara lain ditalangi dulu oleh pengusaha Ong Umaryadi. Semula panitia pelaksana menganggarkan pengeluaran Rp 200 juta. Setelah masuknya bantuan tadi, kekurangannya tinggal Rp 140 juta. Sejauh ini belum ada bantuan sponsor. ''Kekurangan itu bisa ditutup dengan upaya apa pun, cuma saya mengimbau Pemkab dan Bupati,'' katanya. Dia mengatakan, harus dibedakan antara Persibas dan panitia pelaksana. Dana dari APBD Banyumas untuk pembinaan Persibas. Untuk penyelenggaraan, seharusnya Pemkab ikut mengucurkan dana. Dengan ditunjuk sebagai tuan rumah, itu akan membawa nama Banyumas di bidang sepakbola. Tahun ini Persibas mendapat bantuan dana APBD 2003, yang dicairkan pada awal tahun dan Juli, masing-masing Rp 500 juta. Kompotisi Dana awal tahun digunakan untuk mengikuti kompetisi senior, yang kedua guna membentuk tim senior dan yunior. Tim senior ditangani Sartono Anwar untuk mengikuti Divisi IIA. Saat menjawab pertanyaan, Tri mengatakan, pemasukan dari penonton belum bisa diharapkan. Dalam setiap pertandingan, pendapatan sekitar Rp 8 juta kalau Persibas main. Kalau tuan rumah tak main, penonton sepi. Keberhasilan Persibas Yunior maju ke 24 besar tidak bisa dilepaskan dari kejelian pelatih Priyanto Santoso. Saat melawan Persijatim, dia memerintahkan pemainnya untuk sekali-sekali menembak langsung ke gawang dari samping. Jangan selalu diumpan ke tengah. Instruksi itu, katanya, diberikan setelah melihat penjaga gawang M Yasir Syamsudin sering maju mengambil bola umpan lambung. Resep itu terbukti ampuh. Gawang Persijatim bobol oleh tembakan Adi Setyanto ketika pertandingan baru berlangsung satu menit. Gol itu merusak pola permainan anak-anak Ibu Kota, sehingga pertandingan dikuasai kesebelasan dari lereng selatan Gunung Lawu itu. Padahal, Persijatim tim kuat. Pada putaran pertama itu, mereka hanya kalah dari Persibas dan seri lawan Persebaya. Empat pertandingan lainnya bisa dimenanginya. (bd-22t) |