logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Olahraga  
Line

Sudah Saatnya Oscar De la Hoya Undur Diri

OSCAR "The Golden Boy" de la Hoya (30) gagal mengalahkan musuh bebuyutannya, Shane "Sugar" Mosley, di title fight kelas menengah ringan (69,8 kg) versi WBA (World Boxing Association) dan WBC (World Boxing Council) di MGM Grand Hotel, Las Vegas (AS), Sabtu (Minggu pagi WIB). Pertarungan 12 ronde itu berlangsung cukup seru, kendati tak sedahsyat bentrok mereka yang pertama, Juni 2000 lalu.

Ibaratnya, penampilan mereka seperti banteng (Mosley) melawan matador (Oscar). Oscar (180 cm) terus menjaga jarak renggang sambil melemparkan pukulan-pukulan jab keras yang divariasikan dengan gempuran hook kiri-kanannya yang cukup keras. Adapun Mosley (175 cm) yang merasa kalah tinggi badan dan jangkauan, rajin menggebrak (fighter) dengan kombinasi hook kiri-kanan dan jab yang keras.

Oscar kembali harus menelan kekalahan angka dari Mosley. Ini sungguh ironis. Mengapa? Ya, karena pada empat penampilan terakhir, ia memenangkan semua duel (tiga dengan KO). Sementara itu, Mosley yang menang lagi, justru kedodoran pada tiga penampilan terakhirnya (dua kali kalah dan sekali no contest).

Penampilan Oscar memang tidak segarang dua-tiga tahun silam. Ibaratnya, ia kini mempunyai nafsu besar, tapi tenaga kurang. Penampilan peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 itu, sudah mulai menurun.

Berondongan legendaris Oscar, yaitu pukulan jab, straight, serta hook kiri-kanan 15-20 kali, sudah tidak tampak lagi. Memang di beberapa ronde, Oscar masih mampu menghamburkan pukulan yang terbaik, tapi akumulasinya sudah tak segarang dulu. Kalaupun ada, hanya 4-6 pukulan sekali serangan, itu terjadi pada beberapa ronde. Setelah itu, Oscar mundur menggempur.

Stamina Oscar terbilang pas-pasan sehingga penampilannya tidak sebrutal kala mengeksekusi Fernando Vargas pada ronde ke-11 (September 2002) dan Yorry Boy Campos pada ronde ketujuh (Mei 2003).

Oscar tak berani memukul sekeras-kerasnya seperti dulu lagi, lantaran ia dihantui cedera tangan kirinya. Untungnya, kali ini ia hanya dikalahkan Mosley dengan angka. Memang lebih bijak jika ia memikirkan rencana pengunduran dirinya yang sempat tertunda beberapa kali, daripada terus berkarier tetapi dihantui cedera (penampilan tidak maksimal) yang bisa mengantar ke kekalahan yang lebih memalukan (KO/TKO). Oscar masih terbilang petinju hebat, pasalnya baru Felix "Tito" Trinidad (Puerto Rico) dan Mosley yang bisa mengalahkan Oscar dari 39 kali penampilannya di atas ring.

Mengacu pada kondisi Oscar yang sudah banyak menurun tersebut, memang sudah saatnya, perekam rekor amatir 223 kali menang-5 kalah ini menggantungkan sarung tinju dan aktif di profesi terbarunya sebagai promotor.

Sebagai seorang petinju, Oscar telah memiliki segalanya. Ia telah mendapatkan harta, tahta, popularitas, dan sederet juara dunia secara luar biasa. Oscar yang kini dipoles Floyd Mayweather Sr, merupakan petinju langka, sebagai pemborong tujuh gelar dunia di lima kelas berbeda. Artinya, ia menyamai rekor mumpuni petinju legendaris Sugar Ray Leonard dan The Hit Man Thomas Hearn (mantan juara I Piala Presiden I Jakarta 1976).

Adapun koleksi gelar Oscar, yakni juara dunia kelas ringan yr WBO, kelas ringan IBF dan WBO, kelas welter yr WBC, kelas welter WBC, dan kelas menengah ringan WBC dan WBA. Rekornya kini 36 kali menang (29 KO)-2-0.

Petinju Termahal

Pada rentang karier pro-nya selama 11 tahun, ia pun telah mengeruk kekayaan sekitar 100 juta dolar AS (Rp 800 miliar). Ia merupakan petinju termahal di luar orbit kelas berat, yang mampu menyamai honor petinju kelas berat sekaliber Si Leher Beton Mike Tyson, Evander "The Real Deal" Holyfield ataupun Lennox Lewis.

Kala duel dengan Mosley kemarin, Oscar dibayar promotor Bob Arum cukup tinggi, yaitu 12 juta dolar AS, karena itu memang tarifnya. Namun Oscar pernah mendapatkan honor termahal, 20 juta dolar AS, saat menghadapi petinju legendaris Julio Cesar Chavez. Harta Oscar memang sudah berlimpah. Selain honor tinju, ia juga mendapat pemasukan dari kiprahnya sebagai bintang iklan beberapa produk pakaian/perlengkapan olahraga, album rekaman, dan komentator teve.

Oscar juga dikenal sebagai petarung, penakluk sederet petinju hebat seperti Jorge "Momero" Paez (dengan KO pada ronde kedua), Pernell "Sweet Pea" Witaker (menang angka 12 ronde), Ike "Bazooka" Quartey (menang angka 12 ronde), Javier Castelejo (menang angka), Fernando "Vicious" Vargas (menang TKO pada ronde ke-11), Yorry Boy Campas (menang TKO pada ronde ke-7), Julio "The Mexican Assasin" Cesar Chavez (menang TKO pada ronde keempat), dll. (Paulus Noor Mulia-57i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA