logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Olahraga  
Line

Persik Tolak Hadiri Penyerahan Piala di Istana

KEDIRI-Juara Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX, Persik Kediri, menyatakan menolak menghadiri acara penyerahan Piala Presiden di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu mendatang. Mereka merasa kecewa dan sakit hati atas sikap pengurus PSSI, terutama Ketua Umum Agum Gumelar, yang tidak hadir di Kediri, Minggu (14/9) lalu.

Manajer Iwan Budianto dan pelatih Jaya Hartono secara terpisah di Kediri, Senin kemarin, menyatakan sangat kecewa terhadap ketidakhadiran orang nomor satu di PSSI tersebut, sehingga penyerahan Piala Presiden yang sudah direncanakan akhirnya batal. Hanya piala tetap Liga Indonesia yang diberikan.

"Mestinya kalau tidak datang, sejak awal disampaikan, jangan seperti ini, karena masyarakat sudah sangat mengharapkan penyerahan Piala Presiden. Tetapi ternyata malah dibatalkan," kata Iwan.

Pada acara seremonial pengukuhan Persik sebagai juara yang dilakukan setelah pertandingan terakhir melawan Persikota, PSSI hanya dihadiri Sekjen Tri Goestoro dan Direktur Pertandingan Iswadi Idris. Gubernur Jatim Imam Utomo yang turut hadir pada acara itu didaulat menyerahkan piala tetap kepada tuan rumah.

Kekecewaan kubu tim berjuluk Macan Putih itu terhadap PSSI merupakan yang kedua. Sebelumnya, mereka juga dikecewakan oleh pernyataan pelatih timnas Pra-Piala Asia Ivan Kolev yang menilai tidak ada pemain Persik layak masuk timnas, sekalipun tim tersebut menyandang predikat juara. Hanya pelatih Jaya Hartono yang akhirnya ditunjuk sebagai asisten pelatih Ivan Kolev.

"Ibarat kami ini seorang bayi yang tidak dikehendaki kehadirannya oleh kedua orang tua. Ada indikasi keberhasilan kami meraih gelar juara tidak dikehendaki orang PSSI," kata mantan manajer Arema itu.

Terbaik

Jaya Hartono juga menyatakan kekecewaannya terhadap PSSI dan juga pelatih Timnas Ivan Kolev yang tidak hadir menyaksikan partai terakhir Persik menghadapi Persikota (14/9).

"Kami bisa membuktikan menjadi yang terbaik, tetapi sayang PSSI ogah mengakui. Mestinya Ivan Kolev bisa menyaksikan pertandingan itu, jangan hanya ngomong bahwa pemain kami tidak punya skill individu. Dia ngomong pakai logika dong, harus ada parameter yang jelas," kata Jaya.

Sebelumnya, Sekjen PSSI Tri Goestoro usai penyerahan piala, Minggu malam, mengatakan, tidak ada maksud dari PSSI untuk melecehkan keberhasilan Persik dengan tidak hadirnya Agum Gumelar dalam acara penyerahan piala.

"Tidak ada niat untuk melecehkan, karena kebetulan Pak Agum ada acara di Istana Cipanas sehingga sulit sekali untuk menghadiri acara di sini. Seharusnya Persik maklum atas situasi tersebut," katanya.

"Dengan kehadiran saya di sini bukan berarti acara nggak jalan, nanti Piala Presiden akan diserahkan di Istana Negara. Itu kan artinya sama saja acara seremonial tetap berjalan," ujar mantan pengelola Bandung Raya itu.

Mengenai tidak adanya pemain Persik yang dipanggil masuk timnas, Tri Goestoro menyatakan, meskipun tidak ada pemain yang dipanggil, tetapi PSSI memanggil pelatih Jaya Hartono untuk mendampingi Ivan Kolev menjadi asisten pelatih timnas PPA. (ant-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA