logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Olahraga  
Line

Korban Bentrokan Masih Dirawat di RS Roemani

SEMARANG- Dua korban akibat bentrokan antara penonton dan petugas keamanan dalam pertandingan PSIS melawan Persib di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu lalu, hingga kemarin masih harus menjalani rawat inap di Ruang Umar RS Roemani Semarang.

Salah satu korban, Kismanto, mengaku mengalami luka akibat pukulan salah seorang petugas keamanan. Satu gigi depan pria berusia 23 tahun itu patah. Tulang pipi warga Kwaron Barat RT 9 RW 2 Bangetayu Kulon ini bengkak. Mata kirinya mengalami luka memar cukup serius.

Adapun Ahmad Safi'i, penduduk Tambak Mulyo RT 2 RW 9 Tanjung Emas, Semarang Utara harus mendapatkan infus. Dia juga mengaku masih sering pusing karena bagian belakang kepalanya terkena pukulan.

Pada beberapa bagian tubuhnya pun terdapat bekas pukulan. Selain itu, pemuda berusia 22 tahun tersebut juga harus mendapat jahitan pada pelipis kirinya.

Kedua korban ini merasa bingung memikirkan biaya pengobatan yang harus mereka tanggung. ''Saya berharap ada bantuan pengobatan dari panitia atau pengurus PSIS. Biaya rumah sakit sebanyak itu, bagi keluarga saya termasuk berat,'' kata Kusmanto sambil menunjukkan slip tagihan pembayaran. Hingga kemarin siang, pasien yang ditangani dr Amanullah ini dikenai tagihan Rp 591.300.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Safi'i, yang baru saja di - PHK dari pekerjaannya. ''Sama sekali saya tidak tahu, kepada siapa meminta bantuan biaya pengobatan,'' jelas Safi'i yang membeli tiket masuk tribune selatan.

Anak dari keluarga Mulazim itu juga harus menanggung biaya yang tidak sedikit. Untuk mengobati luka-lukanya, dia paling tidak membayar Rp 455.500.

Pihak panitia penyelenggara pertandingan mengaku tetap mengusahakan bantuan. ''Kami akan mengupayakan pemberian bantuan bagi korban yang dirawat di rumah sakit,'' jelas Ketua Panpel Ir Dedi Satria.

Disesalkan

Keributan antara penonton dan pihak aparat yang terjadi pada pertandingan PSIS lawan Persib mengakibatkan tiga penonton harus dilarikan ke rumah sakit. Namun, satu korban bernama Triyadi boleh berobat jalan.

Akibat keributan selama delapan menit itu, enam penonton mengalami luka-luka. Tiga orang langsung dirawat tenaga medis di Stadion Jatidiri. Adapun dari aparat keamanan, sedikitnya tiga petugas mengalami luka-luka.

Panser Biru menyesalkan kejadian itu. Mereka mengemukakan, semestinya berita gembira lolosnya PSIS dari degradasi harus disambut dengan suka cita. ''Semestinya aparat tidak perlu bertindak terlalu represif dalam menjaga penonton,'' kata Ketua Umum Andi Putra Alam.

Wali Kota Sukawi Sutarip SH SE seusai pertandingan mengatakan, keributan itu bukan karena kebrutalan penonton. Mereka hanya ingin sesegera mungkin merayakan pesta kemenangan. Akibatnya, mereka pun saling berdesakan dan saling dorong.(H8-22i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA