logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Perlu Pendidikan Politik agar Rakyat Tak Dibodohi

SEMARANG-Untuk menyongsong Pemilu 2004 mendatang, satu hal yang dinilai cukup penting yakni adanya pendidikan politik bagi pemilih. Tak hanya untuk pemilu saja, tetapi pendidikan politik diharapkan bisa menciptakan kader-kader bangsa. Selain itu agar masyarakat tidak lagi dibodohi mengenai hak-hak politiknya.

Hal itu diungkapkan Drs Nur Bagyo Utomo Msi dalam Seminar Sosialisasi UU Pemilu 2004 di Universitas 17 Agustus 1945, Sabtu. Menurut dia, pendidikan politik bagi kaum muda itu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran politik dan mendidik karakter manusia yang sarat dengan jiwa demokrasi. ''Hal ini penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap problematika bangsa dan negara,'' kata dia.

Lebih lanjut dikatakan bahwa hal itu membutuhkan beberapa persyaratan, seperti landasan ideologi dan landasan sosial berupa pluralisme dan heteroginitas dalam berbagai aspek.

Yang kedua, tak hanya diarahkan pada pemahaman politik, seperti sistem pemilu dan kepartaian tetapi ke arah nilai, tata krama, dan perasaan politik. Tentunya hal itu untuk mengasah kepekaan terhadap problem bangsa.

Dikatakan pula bahwa pendidikan politik diharapkan dapat menghasilkan kader-kader bangsa. Namun untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah, partai politik, dunia pendidikan, media, dan komunikasi publik. Dengan pendidikan politik masyarakat diharapakan dapat berpartisipasi aktif pada Pemilu 2004 mendatang.

Sejak Dini

Yang lebih penting lagi dengan pendidikan politik diharapkan masyarakat tidak lagi dibohongi oleh politisi, dan terhindar dari upaya-upaya pemaksaan hak politik. Salah satu upaya pendidikan politik melalui pendidikan pemilih diharapkan bisa diselenggarakan dengan bertanggung jawab.

''Pendidikan pemilih ini harus bisa terlaksana secara bertanggung jawab. Jangan sampai menimbulkan kebingungan baru dan menghamburkan dana,'' kata dia.

Sementara itu, pembicara lain dalam acara yang dihadiri puluhan pelajar SMU dan mahasiswa baru itu adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Tembalang Drs Budi Harjono dan anggota KPU Jateng Slamet Sudjono SH MH.

Budi menyatakan, pentingnya pendidikan pemilih itu dilakukan sejak dini. Namun yang paling penting dari proses menuju pemilu mendatang adalah teknis pencoblosan atau pemberian suara.

Alasannya, dalam Pemilu 2004 mendatang, sistemnya sangat berbeda. Sementara itu, Slamet lebih banyak mengungkapkan mengenai sistem Pemilu 2004 mendatang. Dimulai dari pemilihan anggota DPR dari parpol dan DPD, pemilihan presiden hingga daerah pemilihan.(H6-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA