
| Selasa, 16 September 2003 | Berita Utama |
Pemilu 2004Wiranto: Ada Balas Dendam PolitikDENPASAR-Wiranto, salah satu calon presiden dari Partai Golkar berpendapat, upaya lawan politiknya menjegal dirinya dengan membuka peristiwa masa lalu seperti kasus Semanggi bermotif politik balas dendam. Penegasan itu dia sampaikan seusai "berkampanye" di depan pengurus DPD Golkar Bali di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Bali Sabtu (13/9). Sosialisasi para calon presiden pada konvensi Golkar itu juga diikuti Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prof Dr H Tabhrani, Tuti Alawiyah, Nurulah Marzuki, Theo L Sambuaga, Kemala Motik Gafur, dan Jusuf Kalla. "Kasus-kasus masa lalu seperti Semanggi, hanya dibangun berdasar opini-opini dalam rangka politik balas dendam dan maksud-maksud tertentu. Bahkan, kadang-kadang digunakan sebagai instrumen pemukul dari luar negeri.'' Untuk menjelaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut, dia yang masih berpikir-pikir menjadi calon wakil presiden, bersedia melakukan dialog untuk menuntaskan opini tersebut. Dia juga mengaku telah menulis buku yang berisi fakta, data, dan kesaksian. "Saya sudah jelaskan semuanya sejelas-jelasnya." Wiranto berjanji, jika terpilih menjadi presiden, dia tidak akan menerapkan kepemimpinan bergaya militer. "Saya jamin tidak. Walau dulu militer, saya tidak pernah melakukan langkah represif. Apalagi sekarang tidak menjadi militer. Saya jamin tidak akan menerapkan militerisme dalam kepemimpinan." Adapun Sri Sultan HB X menegaskan, banyak pihak yang sengaja menggoyang pemerintahan Megawati hanya untuk mendapat peluang menjadi presiden. "Sekarang perbedaan antara mengkritik dengan jujur dan mengkritik dengan menggali lubang untuk pemerintah sulit dibedakan." (dtc-13e) |